KTT G20 Bukti Indonesia Serius Wujudkan Cita-cita Perdamaian Dunia
Jum'at, 18 November 2022 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi radikalisme pun juga menurun karena masyarakat saat ini lebih bisa menerima yang mana rasionalitasnya lebih tinggi (informasi), tidak kemudian pada tataran yang sikap-sikap yang intoleran, sikap-sikap yang memusuhi terhadap yang lainnya. Masyarakat kita jadi lebih terbuka wawasannya," kata Trubus.
Sekretaris Jenderal Himpunan Bina Mualaf Indonesia (Sekjen HBMI) ini menyebut perhelatan G20 yang bersamaan dengan peringatan Hari Toleransi Dunia pada 16 November, juga memiliki korelasi positif. Hal ini didasari kehadiran para kepala negara, yang sama sekali tidak menunjukkan sikap saling memusuhi di tengah panasnya situasi geopolitik.
"Kalau kita lihat kemarin sikap toleransinya sudah sangat tinggi dan terbangun. Masing-masing negara juga memberikan tidak hanya sikap, tetapi juga komitmen-komitmen yang kemudian dapat membangun tatanan dunia yang lebih baik ke depannya," kata Ketua Yayasan Kesatuan Masyarakat Madani Indonesia (KMMI) ini.
Trubus juga mengamati toleransi yang ditunjukkan para pemimpin dunia, sesuai dengan nilai yang didefinisikan dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Perbedaan bukanlah suatu hambatan, tapi mampu dijadikan sebagai batu loncatan untuk membangun toleransi ke tingkat yang lebih tinggi.
"Yang ketiga, toleransi ini dimaknai lebih luas lagi ketika ada dua negara yang berperang ya kita saling memberikan solusi dan support. Jadi ini makna toleransinya lebih diperluas lebih jauh dari yang berkembang di publik. Tetapi saya melihat, mendekati konsep yang ditekankan di dalam Pancasila itu," kata Kepala Pusat Kajian kebijakan Publik Universitas Trisakti ini.
Sekretaris Jenderal Himpunan Bina Mualaf Indonesia (Sekjen HBMI) ini menyebut perhelatan G20 yang bersamaan dengan peringatan Hari Toleransi Dunia pada 16 November, juga memiliki korelasi positif. Hal ini didasari kehadiran para kepala negara, yang sama sekali tidak menunjukkan sikap saling memusuhi di tengah panasnya situasi geopolitik.
"Kalau kita lihat kemarin sikap toleransinya sudah sangat tinggi dan terbangun. Masing-masing negara juga memberikan tidak hanya sikap, tetapi juga komitmen-komitmen yang kemudian dapat membangun tatanan dunia yang lebih baik ke depannya," kata Ketua Yayasan Kesatuan Masyarakat Madani Indonesia (KMMI) ini.
Trubus juga mengamati toleransi yang ditunjukkan para pemimpin dunia, sesuai dengan nilai yang didefinisikan dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Perbedaan bukanlah suatu hambatan, tapi mampu dijadikan sebagai batu loncatan untuk membangun toleransi ke tingkat yang lebih tinggi.
"Yang ketiga, toleransi ini dimaknai lebih luas lagi ketika ada dua negara yang berperang ya kita saling memberikan solusi dan support. Jadi ini makna toleransinya lebih diperluas lebih jauh dari yang berkembang di publik. Tetapi saya melihat, mendekati konsep yang ditekankan di dalam Pancasila itu," kata Kepala Pusat Kajian kebijakan Publik Universitas Trisakti ini.
Lihat Juga :