Inilah 6 Polwan Pertama di Indonesia, Muncul Perdana di Bukittinggi
Jum'at, 18 November 2022 - 16:09 WIB
loading...
Enam Polwan pertama yang mengikuti pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukittinggi. FOTO/DOK.MUSEUM POLRI
A
A
A
JAKARTA - Polisi Wanita atau Polwan pertama kali muncul di Sumatera Barat. Angkatan awalnya berjumlah enam perempuan yang dididik menjadi Inspektur Polisi bersama 44 siswa laki-laki di SPN Bukittinggi.
Mengutip situs resmi Museum Polri, sejarah kemunculan Polwan dimulai pada 1948. Waktu itu, polisi yang semuanya laki-laki kesulitan memeriksa korban, tersangka, maupun saksi dalam sebuah kasus. Utamanya ketika pemeriksaan fisik.
Lantaran kesulitan itu, Kepolisian akhirnya kerap meminta bantuan kepada para istri polisi atau pegawai sipil wanita untuk melaksanakan tugas pemeriksaan fisik. Melihat kondisi tersebut, Organisasi Wanita dan Organisasi Wanita Islam di Bukittinggi berinisiatif mengajukan usulan kepada pemerintah agar wanita diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian.
Cabang Djawatan Kepolisian Negara di Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi, akhirnya memberikan kesempatan kepada wanita untuk menjadi polisi. Pada 1 September 1948, terdapat 6 siswa wanita yang secara resmi terdaftar mengikuti pendidikan Inspektur Polisi. Dari peristiwa itu, akhirnya ditetapkan 1 September sebagai Hari Jadi Polwan.
Keenam siswa wanita adalah Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan Rosnalia Taher. Mereka mengikuti pendidikan bersama dengan 44 siswa laki-laki di SPN Bukittinggi.
Mengutip situs resmi Museum Polri, sejarah kemunculan Polwan dimulai pada 1948. Waktu itu, polisi yang semuanya laki-laki kesulitan memeriksa korban, tersangka, maupun saksi dalam sebuah kasus. Utamanya ketika pemeriksaan fisik.
Lantaran kesulitan itu, Kepolisian akhirnya kerap meminta bantuan kepada para istri polisi atau pegawai sipil wanita untuk melaksanakan tugas pemeriksaan fisik. Melihat kondisi tersebut, Organisasi Wanita dan Organisasi Wanita Islam di Bukittinggi berinisiatif mengajukan usulan kepada pemerintah agar wanita diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian.
Cabang Djawatan Kepolisian Negara di Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi, akhirnya memberikan kesempatan kepada wanita untuk menjadi polisi. Pada 1 September 1948, terdapat 6 siswa wanita yang secara resmi terdaftar mengikuti pendidikan Inspektur Polisi. Dari peristiwa itu, akhirnya ditetapkan 1 September sebagai Hari Jadi Polwan.
Keenam siswa wanita adalah Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan Rosnalia Taher. Mereka mengikuti pendidikan bersama dengan 44 siswa laki-laki di SPN Bukittinggi.
Lihat Juga :