Peneliti BRIN: Muhammadiyah Payung Besar Dinamika Politik Indonesia
Jum'at, 18 November 2022 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Dalam soal pengabdian, kader dan aktivis-aktivis Muhammadiyah banyak yang berkecimpung dalam dunia politik, baik di legislatif maupun eksekutif. Di setiap kabinet selalu ada kader-kader terbaik Muhammadiyah. Meski tak ikut berpolitik secara organisasi, keberadaan kader dan aktivis ini tentunya diharapkan bisa menyuarakan kepentingan Muhammadiyah sambil tetap mengawal dan berkontribusi untuk negara.
“Ketika orang Muhammadiyah itu sudah masuk di dalam politik dan pemerintahan, dia sudah dihibahkan kepada negara. Bukan lagi representasi dari Muhammadiyah saja. Dia memiliki tugas kepada negara. Dan itu selalu ditekankan oleh pimpinan Muhammadiyah, seperti Pak Haedar Nashir dan Pak Muhadjir Effendy sendiri. Jadi, dia diwakafkan kepada negara, bukan mengurus tentang Muhammadiyah,” tegasnya.
Muhammadiyah memang sering dianggap lebih kalem dalam urusan politik. Najib menuturkan hal ini disebabkan para pengurus sangat sibuk untuk mengelola organisasi karena mungkin sudah sama seperti mengurus negara. Muhammadiyah saat ini memiliki 170 universitas, ratusan rumah sakit, dan sebagainya.
“Negara itu artinya urusan kita sangat banyak untuk di dalam Muhammadiyah. Kita memiliki keinginan, terutama Muhammadiyah, aktivis politik untuk banyak terlibat. Tetapi secara umum, mengurus organisasi Muhammadiyah itu seperti mengurus negara. Dan kesibukan beberapa orang Muhammadiyah itu cukup tersita untuk mengurus organisasinya. Yang itu bagian kontribusi Muhammadiyah kepada negara,” jelasnya.
“Ketika orang Muhammadiyah itu sudah masuk di dalam politik dan pemerintahan, dia sudah dihibahkan kepada negara. Bukan lagi representasi dari Muhammadiyah saja. Dia memiliki tugas kepada negara. Dan itu selalu ditekankan oleh pimpinan Muhammadiyah, seperti Pak Haedar Nashir dan Pak Muhadjir Effendy sendiri. Jadi, dia diwakafkan kepada negara, bukan mengurus tentang Muhammadiyah,” tegasnya.
Muhammadiyah memang sering dianggap lebih kalem dalam urusan politik. Najib menuturkan hal ini disebabkan para pengurus sangat sibuk untuk mengelola organisasi karena mungkin sudah sama seperti mengurus negara. Muhammadiyah saat ini memiliki 170 universitas, ratusan rumah sakit, dan sebagainya.
“Negara itu artinya urusan kita sangat banyak untuk di dalam Muhammadiyah. Kita memiliki keinginan, terutama Muhammadiyah, aktivis politik untuk banyak terlibat. Tetapi secara umum, mengurus organisasi Muhammadiyah itu seperti mengurus negara. Dan kesibukan beberapa orang Muhammadiyah itu cukup tersita untuk mengurus organisasinya. Yang itu bagian kontribusi Muhammadiyah kepada negara,” jelasnya.
(muh)
Lihat Juga :