Dekaindo Bersama Kementan Gelar Hari Kakao Nasional ke-10 di Kemayoran

Rabu, 16 November 2022 - 00:00 WIB
loading...
Dekaindo Bersama Kementan...
Dekaindo bekerja sama dengan Ditjenbun Kementan menyelenggarakan acara Hari Kakao Nasional ke-10 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian ( Kementan ) menyelenggarakan acara Hari Kakao Nasional ke-10 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran , Jakarta Pusat, Sabtu 12 November 2022. Acara tersebut bertema 'Menuju Indonesia sebagai Produsen dan Konsumen Kakao Berkelanjutan'.

Ketua Dekaindo Soetanto Abdoellah mengimbau, para pelaku usaha, petani kakao, dan pemerintah untuk berkolaborasi. Hal itu, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan biji kakao nasional, peningkatan mutu, serta produksi olahan yang ada di Tanah Air. Baca juga: Pemkab Jayapura Siap Hidupkan Kembali Kejayaan Kakao

“Pada kesempatan yang baik ini, mari kita terus semangati para koperasi, Gapoktan dan petani agar bisa berkontribusi dalam meningkatkan produksi kakao nasional,” kata Soetanto.

Peringatan Hari Kakao kali ini diisi dengan pameran dan lomba diselenggarakan pada 9-12 November dan diikuti oleh 40 peserta dari seluruh Indonesia. Sejumlah lomba yang diadakan adalah lomba biji kakao, kompetisi beans-to-bar, lomba The Brownie, dan Indonesia Cocoa Plated Dessert.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika turut berpartisipasi di acara Hari Kakao Nasional ini.“Penyelenggaraaan pameran tematik Kakao dan Cokelat Indonesia di JIExpo Kemayoran Jakarta menunjukkan besarnya animo pelaku industri pengolahan kakao dan cokelat untuk terus memperluas pasarnya di dlam dan luar negeri. Dapat dilihat dari jumlah perusahaan yang berpartisipasi disini,” kata Putu Juli.

Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan terus berupaya untuk bekerja sama dengan stakeholders, gapoktan atau asosiasi petani kakao untuk pemenuhan permintaan kakao yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada kesempatan lain, Dirjen Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengapresiasi peran serta pelaku usaha kakao Indonesia, namun perlu bersinergitas agar hasilnya lebih maksimal dari hulu ke hilir.

“Kami mengimbau agar para pelaku usaha, petani dan lembaga penelitian bersama-sama pemerintah baik pusat maupun daerah bersinergi serta bekerjasama secara intensif dalam mewujudkan kebun kakao berproduksi tinggi dan berkelanjutan,” kaya Andi Nur.



Sementara itu, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Ditjen Perkebunan, Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan, prospek pasar kakao memerlukan komitmen bersama antar stakeholder.

Dia menuturkan, melalui mekanisme peningkatan mutu biji kakao dalam rangka pemenuhan permintaan industri, membuka akses SOP yang dibutuhkan petani dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar atau pelaku usaha baik dalam bentuk pelatihan dan pendampingan, keterbukaan pelaku usaha dalam bekerja sama dengan prinsip saling menguntungkan untuk menguatkan rantai pasok khususnya mendapatkan bahan baku untuk memenuhi kapasitas terpasang dan target usaha.

"Poin paling penting adalah pelaku usaha dapat memberikan insentif harga bagi petani yang berhasil memenuhi SOP sesuai kebijakan,” kata Bagus. Baca juga: Kakao Dapat Kurangi Risiko Serangan Jantung dan Demensia

Sekadar diketahui, kakao termasuk komoditas unggulan subsektor perkebunan memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia yakni sebagai penghasil devisa negara, sumber pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, mendorong agribisnis dan agroindustry serta pengembangan wilayah.

Luas areal pengembangan kakao mencapai 1,5 juta hektare dengan produksi sebesar 721 ribu ton menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara produsen terbesar dunia bahkan sudah bertransformasi sebagai negara pengolah kakao. Komoditas kakao juga memberikan sumbangan devisa sebesar US$ 1,24 miliar dan merupakan penghasil devisa terbesar ketiga sub sektor perkebunan setelah kelapa sawit dan karet.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Pengurus PBH Peradi...
Pengurus PBH Peradi Jakpus Dilantik, Perkuat Komitmen Bantuan Hukum Gratis
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Kemendagri dan KEPP...
Kemendagri dan KEPP Otsus Papua Dorong Pengembangan Komoditas Kakao di Yapen, Jayapura, Mansel
Yusril Buka Suara soal...
Yusril Buka Suara soal Kasus Pedagang Es Gabus Difitnah Polisi-Tentara di Kemayoran
Presiden Prabowo Anugerahkan...
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa kepada Mentan hingga Tokoh Tani
Manjakan Pengunjung,...
Manjakan Pengunjung, Layanan Paylater Ini Gandeng 60 Ritel Raksasa di Jakarta Fair 2026
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Rekomendasi
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Berita Terkini
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved