Marsekal Hadi Tjahjanto: TNI-Polri Aset Bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika
Rabu, 08 Juli 2020 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Panglima TNI menambahkan, pada 14 Juli Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik para Taruna dan Taruni menjadi Perwira Pertama TNI dan Polri. Prasetya Perwira atau Pelantikan Perwira menjadi batu pijakan untuk memasuki spektrum penugasan di tengah masyarakat. Setelah dilantik, para Taruna dan Taruni akan berubah status menjadi Perwira TNI-Polri dengan kewajiban dan tanggung jawab untuk mengabdi kepada negara.
”Sebagai perwira, tentunya diperlukan kemampuan-kemampuan sesuai tuntutan tugas dan spesialisasi di satuan. Perwira adalah pemimpin, artinya kalian akan selalu dihadapkan pada situasi genting dan harus mampu mengambil keputusan terbaik dalam kondisi apa pun,” katanya.
Mengakhiri pembekalanya, Panglima TNI memberikan beberapa penekanan kepada Capaja TNI-Polri di antaranya, jaga soliditas dan sinergitas TNI-Polri bersama komponen bangsa lainnya sebagai perekat persatuan dan kesatuan untuk menghadapi segala ancaman dan tantangan, kembangkan potensi diri dan segera beradaptasi dengan lingkungan tugas. ”Tunjukkan prestasi sebagai Perwira Muda yang tangguh, menjadi andalan di kesatuan masing-masing, memiliki loyalitas tegak lurus dan pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara, pegang teguh nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta Tri Brata dan Catur Prasetya,” tegasnya.
Disamping itu Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis juga menyampaikan dalam meniti karir, tidak ada yang instan, semuanya harus melalui proses. Dalam proses tersebut dibutuhkan beberapa langkah, di antaranya harus bertanggung jawab kepada diri sendiri, kepada institusi tempat mengabdi, dan kepada Tuhan YME.
”Kedua, diperlukan disiplin dan kerja keras, Ketiga harus memiliki komitmen dan integritas. Keempat, di dalam pembinaan karir ke depan semua punya kesempatan dan kemungkinan yang sama untuk menduduki tampuk pimpinan, saya yakin 2050, ada di antara calon Perwira Remaja di depan saya sekarang yang akan menjadi Panglima TNI atau Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ucap Kapolri.
”Sebagai perwira, tentunya diperlukan kemampuan-kemampuan sesuai tuntutan tugas dan spesialisasi di satuan. Perwira adalah pemimpin, artinya kalian akan selalu dihadapkan pada situasi genting dan harus mampu mengambil keputusan terbaik dalam kondisi apa pun,” katanya.
Mengakhiri pembekalanya, Panglima TNI memberikan beberapa penekanan kepada Capaja TNI-Polri di antaranya, jaga soliditas dan sinergitas TNI-Polri bersama komponen bangsa lainnya sebagai perekat persatuan dan kesatuan untuk menghadapi segala ancaman dan tantangan, kembangkan potensi diri dan segera beradaptasi dengan lingkungan tugas. ”Tunjukkan prestasi sebagai Perwira Muda yang tangguh, menjadi andalan di kesatuan masing-masing, memiliki loyalitas tegak lurus dan pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara, pegang teguh nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta Tri Brata dan Catur Prasetya,” tegasnya.
Disamping itu Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis juga menyampaikan dalam meniti karir, tidak ada yang instan, semuanya harus melalui proses. Dalam proses tersebut dibutuhkan beberapa langkah, di antaranya harus bertanggung jawab kepada diri sendiri, kepada institusi tempat mengabdi, dan kepada Tuhan YME.
”Kedua, diperlukan disiplin dan kerja keras, Ketiga harus memiliki komitmen dan integritas. Keempat, di dalam pembinaan karir ke depan semua punya kesempatan dan kemungkinan yang sama untuk menduduki tampuk pimpinan, saya yakin 2050, ada di antara calon Perwira Remaja di depan saya sekarang yang akan menjadi Panglima TNI atau Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ucap Kapolri.
(cip)
Lihat Juga :