Anies Sebut KTT G20 Punya Peran dalam Menghadapi Krisis Iklim
Minggu, 13 November 2022 - 12:13 WIB
loading...
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi pembicara dalam acara Bloomberg NEF Summit yang merupakan side event di KTT G20 dan B20, Sabtu (12/11/2022). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi pembicara dalam acara Bloomberg NEF Summit yang merupakan salah satu side event di KTT G20 dan B20, Nusa Dua, Bali pada Sabtu (12/11/2022). Ia berbagi pengalaman saat memimpin Jakarta dalam menghadapi perubahan iklim.
Anies mengatakan, Presidensi G20 memiliki peran dalam menentukan dalam upaya menghadapi krisis iklim.
"Maka diperlukan integrasi vertikal antara pemerintah nasional dengan pemerintah-pemerintah lokal. Setiap kebijakan di tingkat lokal harus selaras dengan kebijakan dan target di level nasional," kata Anies dalam laman Instagram @aniesbaswedan dikutip, Minggu (13/11/2022).
Baca juga: BIN Sebut Pengamanan KTT G20 Terus Dimatangkan
Anies pun membeberkan tiga prinsip yang selalu dipegang saat era kepemimpinannya. Mulai dari mengubah tradisi Car Oriented Development (COD) menjadi Transit Oriented Development (TOD), Kolaborasi hingga pengambilan kebijakan berbasis data dan ilmu pengetahuan.
"Pencapaian luar biasa ini dimungkinkan berkat 3 prinsip yang selalu kita pegang; Pertama, selesaikan dari akar masalahnya mengubah kota yang tadinya car oriented development menjadi Transit Oriented Development," ucap Anies.
Baca juga: KTT G20 Jadi Momentum Pengembangan Mobil Listrik
Anies mengatakan, Presidensi G20 memiliki peran dalam menentukan dalam upaya menghadapi krisis iklim.
"Maka diperlukan integrasi vertikal antara pemerintah nasional dengan pemerintah-pemerintah lokal. Setiap kebijakan di tingkat lokal harus selaras dengan kebijakan dan target di level nasional," kata Anies dalam laman Instagram @aniesbaswedan dikutip, Minggu (13/11/2022).
Baca juga: BIN Sebut Pengamanan KTT G20 Terus Dimatangkan
Anies pun membeberkan tiga prinsip yang selalu dipegang saat era kepemimpinannya. Mulai dari mengubah tradisi Car Oriented Development (COD) menjadi Transit Oriented Development (TOD), Kolaborasi hingga pengambilan kebijakan berbasis data dan ilmu pengetahuan.
"Pencapaian luar biasa ini dimungkinkan berkat 3 prinsip yang selalu kita pegang; Pertama, selesaikan dari akar masalahnya mengubah kota yang tadinya car oriented development menjadi Transit Oriented Development," ucap Anies.
Baca juga: KTT G20 Jadi Momentum Pengembangan Mobil Listrik
Lihat Juga :