Presiden Jokowi Dorong 3 Hal Penting dalam Kemitraan ASEAN-AS
Sabtu, 12 November 2022 - 22:43 WIB
loading...
Presiden Jokowi berharap bahwa Kemitraan Komprehensif Strategis ASEAN-AS bisa menjadi solusi mengatasi situasi dunia yang sedang menghadapi tantangan luar biasa. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap bahwa Kemitraan Komprehensif Strategis ASEAN-Amerika Serikat (AS) bisa menjadi bagian dari solusi mengatasi situasi dunia yang sedang menghadapi tantangan yang luar biasa.
Harapan tersebut Jokowi sampaikan saat berbicara sebagai negara koordinator dialog KTT ASEAN-AS yang dihadiri pemimpin ASEAN dan Presiden AS Joe Biden di Hotel Sokha, Phnom Penh, Sabtu 12 November 2022.
Baca juga: Jokowi Konfirmasi Sekjen PBB Hadir di KTT G20 Bali
“Kemitraan ini diluncurkan di saat dunia sedang hadapi tantangan yang luar biasa. Saya ingin membacakan ringkasan ASEAN Common Sense, dimana kemitraan ASEAN-AS dapat berkontribusi menjadi bagian dari solusi,” ujar Jokowi.
![Presiden Jokowi Dorong 3 Hal Penting dalam Kemitraan ASEAN-AS]()
Kemitraan Komprehensif Strategis ASEAN-AS diluncurkan dalam KTT ASEAN-AS di Kamboja. Ada tiga hal yang dikemukakan Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut. Pertama, Presiden mendorong perwujudan kemitraan bagi perdamaian dan stabilitas kawasan. ASEAN menginginkan kehadiran AS di kawasan membawa energi positif bagi perdamaian.
Baca juga: Jokowi: ASEAN - India Harus Jadi Guardian bagi Stabilitas di Indo-Pasifik
“Dukungan AS terhadap sentralitas ASEAN juga harus diterjemahkan dalam aksi nyata khususnya peran ASEAN sebagai agenda setter dinamika di kawasan dan pembentukan arsitektur kawasan yang inklusif,” jelas Presiden Jokowi.
Hal kedua yang disampaikan Jokowi adalah membangun kemitraan untuk ketahanan kawasan dan global. Menurutnya, sinergi kebijakan harus didorong untuk memastikan stabilitas sistem keuangan, dukungan likuiditas, dan efektivitas kebijakan ekonomi.
![Presiden Jokowi Dorong 3 Hal Penting dalam Kemitraan ASEAN-AS]()
“Upaya membangun ketahanan pangan juga harus menjadi prioritas utama. Saya harap ASEAN dan AS dapat bekerja sama dalam peningkatan kapasitas produksi pangan, pengembangan bibit unggul, pemanfaatan teknologi pertanian, dan penguatan strategi ketahanan pangan di kawasan,” kata Jokowi.
Hal ketiga yaitu menciptakan kemitraan untuk masa depan berkelanjutan. Jokowi mengatakan ASEAN berkomitmen kuat mewujudkan masa depan berkelanjutan. Sebagai contoh, ASEAN akan tingkatkan penggunaan energi terbarukan hingga 23% pada 2025.
“Kami apresiasi komitmen AS untuk clean energy di kawasan. Kerja sama ASEAN-AS dapat diarahkan untuk mendorong investasi dan alih teknologi rendah karbon, membuka lapangan kerja baru dalam transisi energi, dan menciptakan kerangka regulasi dan pendanaan yang kondusif,” ungkapnya.
Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT ASEAN-AS yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Harapan tersebut Jokowi sampaikan saat berbicara sebagai negara koordinator dialog KTT ASEAN-AS yang dihadiri pemimpin ASEAN dan Presiden AS Joe Biden di Hotel Sokha, Phnom Penh, Sabtu 12 November 2022.
Baca juga: Jokowi Konfirmasi Sekjen PBB Hadir di KTT G20 Bali
“Kemitraan ini diluncurkan di saat dunia sedang hadapi tantangan yang luar biasa. Saya ingin membacakan ringkasan ASEAN Common Sense, dimana kemitraan ASEAN-AS dapat berkontribusi menjadi bagian dari solusi,” ujar Jokowi.

Kemitraan Komprehensif Strategis ASEAN-AS diluncurkan dalam KTT ASEAN-AS di Kamboja. Ada tiga hal yang dikemukakan Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut. Pertama, Presiden mendorong perwujudan kemitraan bagi perdamaian dan stabilitas kawasan. ASEAN menginginkan kehadiran AS di kawasan membawa energi positif bagi perdamaian.
Baca juga: Jokowi: ASEAN - India Harus Jadi Guardian bagi Stabilitas di Indo-Pasifik
“Dukungan AS terhadap sentralitas ASEAN juga harus diterjemahkan dalam aksi nyata khususnya peran ASEAN sebagai agenda setter dinamika di kawasan dan pembentukan arsitektur kawasan yang inklusif,” jelas Presiden Jokowi.
Hal kedua yang disampaikan Jokowi adalah membangun kemitraan untuk ketahanan kawasan dan global. Menurutnya, sinergi kebijakan harus didorong untuk memastikan stabilitas sistem keuangan, dukungan likuiditas, dan efektivitas kebijakan ekonomi.

“Upaya membangun ketahanan pangan juga harus menjadi prioritas utama. Saya harap ASEAN dan AS dapat bekerja sama dalam peningkatan kapasitas produksi pangan, pengembangan bibit unggul, pemanfaatan teknologi pertanian, dan penguatan strategi ketahanan pangan di kawasan,” kata Jokowi.
Hal ketiga yaitu menciptakan kemitraan untuk masa depan berkelanjutan. Jokowi mengatakan ASEAN berkomitmen kuat mewujudkan masa depan berkelanjutan. Sebagai contoh, ASEAN akan tingkatkan penggunaan energi terbarukan hingga 23% pada 2025.
“Kami apresiasi komitmen AS untuk clean energy di kawasan. Kerja sama ASEAN-AS dapat diarahkan untuk mendorong investasi dan alih teknologi rendah karbon, membuka lapangan kerja baru dalam transisi energi, dan menciptakan kerangka regulasi dan pendanaan yang kondusif,” ungkapnya.
Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT ASEAN-AS yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
(thm)
Lihat Juga :