Generasi Muda Perlu Disiapkan Menjadi Pejuang Menjaga Persatuan Bangsa
Sabtu, 12 November 2022 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
"Di Indonesia ini dengan banyaknya ormas, termasuk ormas keagamaan yang tergabung dalam LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam)–LPOK (Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan) memiliki dan mengemban kewajiban untuk mendidik masyarakat dalam menjalin persatuan dan kesatuan," ujar Ketua Umum PP Perti Periode 2005-2011 ini.
Anwas Sanusi mengatakan, keberadaan ormas di Tanah Air adalah kelebihan yang dimiliki bangsa Indonesia. Ormas-ormas ini, memiliki massa yang tergabung dan tersebar dalam pesantren, madrasah, sekolah perguruan tinggi, hingga fasilitas publik yang merupakan aset besar dalam perjuangan melawan paham radikalisme.
"Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, ada Al Ittihadiyah, Syarekat Islam, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (Persis) dan lain sebagainya. Ormas ini kan punya wilayah dan punya cabang. Seperti saya dari Persatuan Tarbiyah Islamiyah kami punya 35 wilayah dan ratusan cabang. Nah melalui saluran-saluran inilah kita sampaikan pesan perdamaian dan persatuan kepada khususnya generasi muda," kata salah satu pendiri dan Ketua LPOI ini.
Mengutip pesan Proklamator Soekarno, 'Generasi kami ini jelas musuhnya, yaitu melawan penjajah, tetapi nanti generasi-generasi muda ini akan lebih berat (musuhnya). Pesan itu, kata Anwar Sanusi, menunjukkan bahwa perjuangan mempertahankan persatuan merupakan perjuangan berat yang mau tidak mau secara alami harus berganti generasi.
"Ada ungkapan dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari selaku pendiri Nahdlatul Ulama, beliau mengatakan Hubbul Wathon Minal Iman, di mana mencintai negara adalah sebagian dari iman. Artinya begini, bahwa generasi muda, generasi milenial ini kan harus lebih mencintai Tanah Airnya untuk merawat kesatuan dan persatuan," kata pendiri Badan Kontak Muballig Indonesia (Baqomubin) ini.
Anwas Sanusi mengatakan, keberadaan ormas di Tanah Air adalah kelebihan yang dimiliki bangsa Indonesia. Ormas-ormas ini, memiliki massa yang tergabung dan tersebar dalam pesantren, madrasah, sekolah perguruan tinggi, hingga fasilitas publik yang merupakan aset besar dalam perjuangan melawan paham radikalisme.
"Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, ada Al Ittihadiyah, Syarekat Islam, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (Persis) dan lain sebagainya. Ormas ini kan punya wilayah dan punya cabang. Seperti saya dari Persatuan Tarbiyah Islamiyah kami punya 35 wilayah dan ratusan cabang. Nah melalui saluran-saluran inilah kita sampaikan pesan perdamaian dan persatuan kepada khususnya generasi muda," kata salah satu pendiri dan Ketua LPOI ini.
Mengutip pesan Proklamator Soekarno, 'Generasi kami ini jelas musuhnya, yaitu melawan penjajah, tetapi nanti generasi-generasi muda ini akan lebih berat (musuhnya). Pesan itu, kata Anwar Sanusi, menunjukkan bahwa perjuangan mempertahankan persatuan merupakan perjuangan berat yang mau tidak mau secara alami harus berganti generasi.
"Ada ungkapan dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari selaku pendiri Nahdlatul Ulama, beliau mengatakan Hubbul Wathon Minal Iman, di mana mencintai negara adalah sebagian dari iman. Artinya begini, bahwa generasi muda, generasi milenial ini kan harus lebih mencintai Tanah Airnya untuk merawat kesatuan dan persatuan," kata pendiri Badan Kontak Muballig Indonesia (Baqomubin) ini.
Lihat Juga :