Redam Konflik, Demokrat Minta Buzzer Politik Jangan Jadi Burung Hantu
Jum'at, 11 November 2022 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
"Para buzzer ini (bisa) masuk ke dalam organ partai kalau memang merasa nyaman dengan partai A, B, C, dan D atau menjadi kader partai tersebut," ungkapnya.
Dengan para buzzer politik masuk ke dalam organ tubuh dari parpol, nasib mereka lebih jelas dengan apa yang ingin mereka suarakan, sehingga tidak disebut sebagai burung hantu. "Jauh lebih jelas bahwa mereka (buzzer politik) bukan seperti disampaikan sahabat saya Andi Arief (Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat) ada burung hantu," ungkap Imelda.
Dikatakannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentu akan memberikan ruang yang sama kepada seluruh parpol dan tidak kepada salah satu parpol saja yang mencalon presiden di Pemilu 2024. Ini sebagaimana yang dilakukan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan memberikan karpet merah kepada semua capres-cawapres pada Pemilu 2014.
"Sehingga Pemilu 2024 lebih fair dan setiap orang bisa menggunakan haknya dan aktif terasa (dalam) suasana demokratis yang kami harapkan," pungkasnya.
Dengan para buzzer politik masuk ke dalam organ tubuh dari parpol, nasib mereka lebih jelas dengan apa yang ingin mereka suarakan, sehingga tidak disebut sebagai burung hantu. "Jauh lebih jelas bahwa mereka (buzzer politik) bukan seperti disampaikan sahabat saya Andi Arief (Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat) ada burung hantu," ungkap Imelda.
Dikatakannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentu akan memberikan ruang yang sama kepada seluruh parpol dan tidak kepada salah satu parpol saja yang mencalon presiden di Pemilu 2024. Ini sebagaimana yang dilakukan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan memberikan karpet merah kepada semua capres-cawapres pada Pemilu 2014.
"Sehingga Pemilu 2024 lebih fair dan setiap orang bisa menggunakan haknya dan aktif terasa (dalam) suasana demokratis yang kami harapkan," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :