Anies-AHY-Aher Disamakan dengan Tiga Serangkai, PDIP: Tidak Pantas Dibandingkan

Jum'at, 11 November 2022 - 12:12 WIB
loading...
Anies-AHY-Aher Disamakan...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai pernyataan Partai Demokrat yang menyamakan tokoh bangsa Soekarno-Hatta-Sjahrir dengan Anies Baswedan-AHY-Aher adalah hal yang keliru. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai pernyataan Partai Demokrat yang menyamakan tokoh bangsa Soekarno-Hatta-Sjahrir dengan Anies Baswedan -Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Ahmad Heryawan (Aher) adalah hal yang keliru.

Menurut Hasto Kristiyanto, ketiga tokoh bangsa itu sama sekali tak sama dan berada pada level yang sama dengan politisi sekelas Anies-AHY-Aher. Hasto sempat terdiam menahan senyum serta tawa di bibirnya ketika wartawan memberi tahu soal adanya selebaran dimaksud. Baca juga: Pengamat Ungkap Misi Tersembunyi Jokowi Dukung Prabowo: Tahan Laju Anies, Muluskan Ganjar

Ketika ditanyakan pandangannya mengenai klaim tersebut, Hasto akhirnya menjawab. “Ya enggak sama lah, jauh,” ujar Hasto, Jumat (11/11/2022).

Ketika ditanya lebih jauh mengenai maksud pernyataannya tersebut, Hasto kemudian menjelaskan para bapak bangsa itu memiliki kompetensi sangat berbeda dengan Anies, AHY, atau Aher.

Menurut Hasto, ketiga sosok tersebut (Anies, AHY, dan Aher) bahkan tidak pantas untuk dibandingkan dengan tiga serangkai yang sesungguhnya yakni Soekarno, M Hatta, dan Sutan Sjahrir.

“Banyak. Aspek semangat dedikasi bagi bangsa negara, kepeloporannya, ide pemikiran bagi bangsa negara, gagasan ajaran bagi bangsa negara, semangat bela negaranya, daya juangnya, kemampuan memberi direction bagi bangsa negara, itu jelas berbeda,” pungkas Hasto.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebutkan tiga tokoh dari Koalisi Perubahan yakni Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ahmad Heryawan akan solid dan saling berkolaborasi demi kemajuan bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kamhar terkait alasan mengapa rencana deklarasi Koalisi Perubahan pada 10 November 2022 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan tidak jadi dilaksanakan.

"Soekarno, Hatta dan Sjahrir adalah tiga serangkai yang saling mengisi dan saling mendukung satu sama lainnya, mengesampingkan ego-ego pribadi untuk mewujudkan Indonesia merdeka," ujar Kamhar, Kamis (10/11/2022).

Ia menyebutkan masing-masing pihak memiliki semangat yang sama untuk membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia yang lebih baik. "Semangat ini akan diteladani oleh Mas Anies, Mas Ketum AHY dan Kang Aher yang masing-masing mereka memiliki keunggulan komparatif untuk disinergikan guna terbentuknya ‘Koalisi Perubahan’," kata Kamhar.

Lebih lanjut ia menegaskan dengan keberadaan Koalisi Perubahan maka masyarakat yang merasa dalam pemerintahan saat ini masih perlu dilakukan perbaikan dapat memilih calon pemimpin bangsa yang membawa perubahan ke arah lebih baik, maju, dan sejahtera.

"Ini akan memiliki keunggulan kompetitif dibanding kompetitor lainnya untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024 mendatang sesuai dengan aspirasi sebagian besar rakyat Indonesia yang menginginkan perubahan dan perbaikan," terang Kamhar.

Koalisi perubahan kata Kamhar, bukan semata soal struktur Presiden dan Wakil Presiden; tetapi tatanan baru pascarezim Presiden Jokowi. Kebetulan figur personalnya memiliki nama dengan huruf awalan abjad A yakni Anies-AHY-Aher.

"Sejatinya inspirasi Soekarno-Hatta-Sjahrir adalah imajinasi kita untuk merapikan ulang republik, menjemput keadilan sosial yang menjadi khidmat kita bernegara," ucap Kamhar. Baca juga: Anies soal Koalisi Pengusungnya: Biarkan Proses di Demokrat dan PKS Berjalan

Di Hari Pahlawan, Kamhar menegaskan pihaknya tidak memiliki keraguan untuk mendeklarasikan Koalisi Perubahan. "Begitu-lah kami memaknai hari pahlawan ini. Keraguan apa lagi yang masih menahan laju perubahan rezim pemerintahan Jokowi. Tak ada alasan dan keraguan sama sekali untuk perubahan dan perbaikan menuju Indonesia yang lebih maju, demokratis, adil, dan sejahtera," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Rekomendasi
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Berita Terkini
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved