Pemuda Muhammadiyah Ungkap Sejumlah Desas-Desus Terkait Reshuffle Kabinet
Rabu, 08 Juli 2020 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Razikin mengatakan, persoalan tersebut dalam skala makro, merupakan persoalan bawaan sistem Presidensil terutama dengan fragmentasi sistem kepartaian. Akibatnya adalah terjadi immobilsme ditingkat eksekutif.
Di tengah situasi ini, sambung dia, semua pihak berharap Prasiden Jokowi dapat tampil secara lebih otentik yang mencerminkan strong national leadership, untuk mengambil langkah-langkah progresif dalam meningkatkan kinerja para menterinya. Sehingga secara psikologis para menteri dapat bekerja tanpa dibayang-bayangi dengan isu reshuffle.
"Penjelasan tersebut intinya, saya tidak ingin terjebak pada pada isu adanya reshuffle atau tidak, karena itu hak Presiden. Jikapun harus ada reshuffle, itu dilakukan semata-mata dalam kerangka peningkatan kinerja, bukan karena tukar-tambah secara politik," ujarnya.
Di tengah situasi ini, sambung dia, semua pihak berharap Prasiden Jokowi dapat tampil secara lebih otentik yang mencerminkan strong national leadership, untuk mengambil langkah-langkah progresif dalam meningkatkan kinerja para menterinya. Sehingga secara psikologis para menteri dapat bekerja tanpa dibayang-bayangi dengan isu reshuffle.
"Penjelasan tersebut intinya, saya tidak ingin terjebak pada pada isu adanya reshuffle atau tidak, karena itu hak Presiden. Jikapun harus ada reshuffle, itu dilakukan semata-mata dalam kerangka peningkatan kinerja, bukan karena tukar-tambah secara politik," ujarnya.
(maf)