Kisah Soekarno dan Sepeda Onthelnya
Kamis, 10 November 2022 - 05:45 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menunjukkan freestyle onthel ala Bung Karno (menghentikan sepeda tanpa menjejakkan kaki ke bumi, badan membungkuk dan memegang roda depan). Pada 1938-1942 tepatnya saat pengasingan Bung Karno di Bengkulu, dia juga memiliki sepeda onthel yang hingga sekarang masih ada di Rumah Pengasingan Bung Karno.
Baca: Deretan Dokter Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Nomor 5 Merawat Bung Karno
Banyak pecinta sepeda onthel yang memberikan pendapat mengenai merek sepeda onthel Bung Karno ini, meski sebagian besar berpendapat bahwa merek onthel tersebut adalah Hercules, namun mereka tidak dapat memastikan sebab emblem pada onthel tersebut sudah lepas dan komponen lainnya tidak lagi lengkap.
Pernah ringsek karena ulah anak H.O.S. Cokroaminoto
Dituliskan dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras, bahwa Bung Karno saat sekolah HBS di Surabaya memiliki sepeda. Pada satu kesempatan, Anwar Cokroaminoto, putra H.O.S. Cokroaminoto yang masih berusia tujuh tahun, iseng-iseng mengeluarkan sepeda Bung Karno, dan menaikinya. Tentu saja tanpa seizin Bung Karno.
Namun, tiba-tiba saja saat itu Anwar tidak bisa mengendalikan laju sepeda, dan menabrak tembok. Sepeda Bung Karno ringsek seketika. Demi melihat suara tabrakan, Bung Karno lantas menghambur keluar. Matanya terbelalak, jantung berdegup kencang ketika itu.
Baca: Kisah Sepeda Tua dan Perjumpaan Soekarno dengan Marhaenisme
Ia lihat Anwar berdiri ketakutan, dan tentu saja kesakitan. Soekarno mendelik dan menyepak bokongnya. Anaknya itu pun menangis meraung-raung. Hati Soekarno sendiri menangis melihat sepeda kesayangan yang ia beli dengan susah payah, kini ringsek.
Baca: Deretan Dokter Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Nomor 5 Merawat Bung Karno
Banyak pecinta sepeda onthel yang memberikan pendapat mengenai merek sepeda onthel Bung Karno ini, meski sebagian besar berpendapat bahwa merek onthel tersebut adalah Hercules, namun mereka tidak dapat memastikan sebab emblem pada onthel tersebut sudah lepas dan komponen lainnya tidak lagi lengkap.
Pernah ringsek karena ulah anak H.O.S. Cokroaminoto
Dituliskan dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras, bahwa Bung Karno saat sekolah HBS di Surabaya memiliki sepeda. Pada satu kesempatan, Anwar Cokroaminoto, putra H.O.S. Cokroaminoto yang masih berusia tujuh tahun, iseng-iseng mengeluarkan sepeda Bung Karno, dan menaikinya. Tentu saja tanpa seizin Bung Karno.
Namun, tiba-tiba saja saat itu Anwar tidak bisa mengendalikan laju sepeda, dan menabrak tembok. Sepeda Bung Karno ringsek seketika. Demi melihat suara tabrakan, Bung Karno lantas menghambur keluar. Matanya terbelalak, jantung berdegup kencang ketika itu.
Baca: Kisah Sepeda Tua dan Perjumpaan Soekarno dengan Marhaenisme
Ia lihat Anwar berdiri ketakutan, dan tentu saja kesakitan. Soekarno mendelik dan menyepak bokongnya. Anaknya itu pun menangis meraung-raung. Hati Soekarno sendiri menangis melihat sepeda kesayangan yang ia beli dengan susah payah, kini ringsek.
Lihat Juga :