Membangun Talkshow (Online)

Rabu, 08 Juli 2020 - 07:00 WIB
loading...
A A A
Pemandu acara talkshow sering juga disebut anchor (jangkar). Mengapa disebut jangkar? Karena tugasnya menjaga agar lajunya kapal tidak keluar dari jalur, yaitu berarti pembicaraan tidak keluar dari topik, jangan sampai ngalor-ngidul, sehingga durasi dan simpulan bisa didapat dengan pas. Jangkar atau moderator talkshow harus menguasai masalah, tahu kapan memotong narasumber bicara dengan luwes, mengingatkan kembali ke topik, bahkan berani menegur pembicara yang menyerang fisik orang lain.

Pemilihan Topik dan Pembicara
Menentukan topik pun perlu jeli disertai riset kecil mengenai ketertarikan masyarakat terhadap sebuah isu. Selalu memantau berita di media massa dan diskusi dengan banyak pihak. Sering terjadi topik bagus, tetapi pembicara buruk meskipun terkenal sehingga talkshow ditinggalkan orang dan gagal. Sebab perlu disadari, seorang perancang acara (produser) bukanlah manusia super yang paham segala hal, sementara talkshow-nya membahas berbagai topik, dari isu politik, budaya, ekonomi hingga olahraga dan sebagainya. Maka produser perlu teman berpikir. Membangun jaringan (sebagai think tank) dengan banyak orang dari berbagai pengetahuan seperti pengamat, akademisi, tokoh masyarakat, birokrat dapat dijadikan ruang diskusi untuk membahas isu apa yang menarik dan siapa pembicara yang cocok.

Banyak talkshow yang menampilkan pembicara itu-itu saja karena terkenal adalah tidak salah. Tapi masyarakat juga perlu diberi pandangan berbeda mengenai sebuah isu dari pengamat lain. Sangat banyak akademisi, tokoh masyarakat, praktisi, birokrat yang bagus dalam memandang suatu persoalan, tetapi lantaran tidak terkenal tidak diundang bicara. Ini kesalahan yang banyak dilakukan penyelenggara talkshow karena takut acaranya tidak didengar atau ditonton jika menampilkan narasumber tidak populer. Padahal jika bisa mengombinasikan yang terkenal dengan belum terkenal, nantinya menjadi populer juga. Talkshow Polemik itu waktu memunculkan banyak nama semula juga tidak dikenal, tetapi lalu menjadi populer dan menjadi bintang talkshow di berbagai media televisi serta dikutip media cetak dan online .

Tidak sulit mencari orang pandai dan bagus bicara, apalagi sekarang alat komunikasi begitu hebat sehingga pendapat seseorang bisa diketahui secara luas. Pasang kuping dan buka jaringan ke kampus-kampus dengan para akademisi, aktivis, pengamat, dan lainnya, niscaya akan menemukan pembicara hebat dan unik. Salah satu contoh, pada suatu episode membahas kualitas kacang kedelai Indonesia, talkshow Polemik menghadirkan pembicara Dr Jonathan, seorang ahli gizi dari Inggris yang tinggal di London, tetapi sangat paham tentang tempe. Selain melakukan penelitian tentang tempe di Indonesia, Jonathan juga membuat tempe di London dan dijual di sana. Maka talkshow menjadi menarik karena ada pembicara yang tidak biasa.

Ketika mendapat satu nama baru, langkah selanjutnya mengajak ngobrol seraya minum kopi. Melalui perbincangan santai ini akan terlihat seberapa dalam ia menguasai bidangnya? Penting juga menyimak kemampuan menjelaskan secara runut sesuai dengan bidangnya. Jika piawai, satu narasumber sudah ditemukan lagi. Masukkan dalam "kantong", suatu hari nanti diundang dalam talkhsow dengan topik yang sesuai dengan keilmuannya. Banyak akademisi atau pakar bagus dalam menulis artikel di media, tetapi bicara berputar-putar sehingga talkshow menjadi tidak efektif. Pembicara seperti ini, selain membuat moderator kleyengan harus selalu mengarahkan pembicaraan, juga bikin durasi talkshow yang terbatas akan habis tanpa menghasilkan simpulan yang diharapkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Untuk Membangun Kembali...
Untuk Membangun Kembali Kota Gaza, Palestina Butuh Rp868 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved