Indonesia Bonus Demografi, HT Dorong Masyarakat untuk Terus Produktif
Rabu, 09 November 2022 - 17:03 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dalam acara HUT ke-8 Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Pada usia 100 tahun nanti, yakni di tahun 2045, Indonesia bakal mendapatkan bonus demografi . Di mana, rata-rata masyarakat Indonesia bakal berusia produktif. Sehingga, bisa dibilang, generasi emas akan ada di tahun tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) tak mau tinggal diam. HT ingin hal tersebut dimanfaatkan betul oleh negara, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
"Indonesia tentunya negara besar, rakyatnya banyak, tumbuh, ada bonus demografi, akan tambah kurang lebih sekitar 50 juta orang ya sampai dengan tahun 2045. Jadi, tantangan ke depan itu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya," ujar HT dalam acara HUT ke-8 Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (9/11/2022).
Baca juga: BKKBN Sebut Bonus Demografi Harus Bisa Menjadi Bonus Kesejahteraan
HT menambahkan, pada bonus demografi nanti, Ia ingin memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk terus menjadi generasi emas di tengah tambahan populasi yang terus meningkat.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) tak mau tinggal diam. HT ingin hal tersebut dimanfaatkan betul oleh negara, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
"Indonesia tentunya negara besar, rakyatnya banyak, tumbuh, ada bonus demografi, akan tambah kurang lebih sekitar 50 juta orang ya sampai dengan tahun 2045. Jadi, tantangan ke depan itu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya," ujar HT dalam acara HUT ke-8 Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (9/11/2022).
Baca juga: BKKBN Sebut Bonus Demografi Harus Bisa Menjadi Bonus Kesejahteraan
HT menambahkan, pada bonus demografi nanti, Ia ingin memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk terus menjadi generasi emas di tengah tambahan populasi yang terus meningkat.
Lihat Juga :