Intensitas Bencana Diprediksi Meningkat Dalam Tiga Bulan
Rabu, 09 November 2022 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
“Kondisi ini tentunya menjadi bahan pemikiran kita bahwa masih diperlukan upaya yang lebih serius dan lebih maksimal baik di tingkat nasional, daerah, maupun di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, pada Oktober lalu BNPB mencatat frekuensi rata-rata bencana rata-rata 70 kali per pekan. “Bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan longsor telah merenggut korban jiwa tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya yakni 50 orang,” papar Muhadjir.
5 Pesan Penanganan Bencana
Muhadjir pun menyampaikan lima pesan dalam penanganan bencana. Pertama, kejadian bencana saat ini spektrumnya luas dan berhimpitan dengan faktor ekonomi sehingga perlu pendekatan yang berbasiskan kesejahteraan.
Kedua, senantiasa membangun kapasitas atau kemampuan dan kapabilitas dalam menangani bencana. Ketiga, mengutamakan pencegahan atau pengurangan resiko bencana dengan memaksimalkan pemantauan dan selalu siap bila dibutuhkan sewaktu-waktu dalam darurat bencana atau pasca bencana.
Keempat, melibatkan partisipasi semua pihak sesuai dengan kapasitas masing-masing bersinergi dan berkoordinasi dalam pelaksanaan di lapangan. Dan kelima, mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat untuk cinta melestarikan lingkungan.
Sementara itu, pada Oktober lalu BNPB mencatat frekuensi rata-rata bencana rata-rata 70 kali per pekan. “Bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan longsor telah merenggut korban jiwa tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya yakni 50 orang,” papar Muhadjir.
5 Pesan Penanganan Bencana
Muhadjir pun menyampaikan lima pesan dalam penanganan bencana. Pertama, kejadian bencana saat ini spektrumnya luas dan berhimpitan dengan faktor ekonomi sehingga perlu pendekatan yang berbasiskan kesejahteraan.
Kedua, senantiasa membangun kapasitas atau kemampuan dan kapabilitas dalam menangani bencana. Ketiga, mengutamakan pencegahan atau pengurangan resiko bencana dengan memaksimalkan pemantauan dan selalu siap bila dibutuhkan sewaktu-waktu dalam darurat bencana atau pasca bencana.
Keempat, melibatkan partisipasi semua pihak sesuai dengan kapasitas masing-masing bersinergi dan berkoordinasi dalam pelaksanaan di lapangan. Dan kelima, mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat untuk cinta melestarikan lingkungan.
Lihat Juga :