Prabowo Beberkan 4 Pelajaran Penting dari Perang Rusia-Ukraina
Rabu, 09 November 2022 - 08:24 WIB
loading...
Menhan Prabowo mengatakan kelebihan Rusia tidak menjamin keunggulannya dalam perang melawan Ukraina. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengambil pelajaran berharga dari perang Rusia-Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari 2022. Kelebihan yang dimiliki "Negeri Beruang Merah" ternyata tidak menjamin keunggulan dalam pertempuran udara.
"Apa sebab-sebabnya? Ini juga saya kutip dari penilaian sumber-sumber internasional. Pertama, serangan-serangan mereka tidak efektif memberikan pukulan di hari-hari pertama, serangan-serangan tidak terkonsentrasi, tetapi tersebar, sehingga pertahanan dan kekuatan udara Ukraina masih mampu beroperasi," tuturnya dalam seminar TNI AU di Puri Ardhya Garini I Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (8/11/2022).
Faktor berikutnya, kemampuan serangan siber Rusia tak terintegrasi dengan serbuan fisik. Kremlin pun dinilai gagal menetralisasi serangan udara Ukraina. Keempat, kekuatan Rusia tidak berhasil mengintegrasikan intelijen taktis. Rusia tampak tidak memiliki rencana efektif untuk melawan drone dan unmanned aerial system dari Ukraina.
"Ini bukan saya pro Rusia, atau saya pro Ukraina, tidak. Ini pelajaran yang bisa kita ambil, dan bisa Saudara kaji, dan Saudara bantah. Ini saya lempar untuk Saudara bahas dan mencari pengaruh dan apa yang bisa kita dapat dari pelajaran itu," imbuh dia.
Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina, Ini Ramalan Prabowo tentang Perang Generasi Keenam
"Apa sebab-sebabnya? Ini juga saya kutip dari penilaian sumber-sumber internasional. Pertama, serangan-serangan mereka tidak efektif memberikan pukulan di hari-hari pertama, serangan-serangan tidak terkonsentrasi, tetapi tersebar, sehingga pertahanan dan kekuatan udara Ukraina masih mampu beroperasi," tuturnya dalam seminar TNI AU di Puri Ardhya Garini I Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (8/11/2022).
Faktor berikutnya, kemampuan serangan siber Rusia tak terintegrasi dengan serbuan fisik. Kremlin pun dinilai gagal menetralisasi serangan udara Ukraina. Keempat, kekuatan Rusia tidak berhasil mengintegrasikan intelijen taktis. Rusia tampak tidak memiliki rencana efektif untuk melawan drone dan unmanned aerial system dari Ukraina.
"Ini bukan saya pro Rusia, atau saya pro Ukraina, tidak. Ini pelajaran yang bisa kita ambil, dan bisa Saudara kaji, dan Saudara bantah. Ini saya lempar untuk Saudara bahas dan mencari pengaruh dan apa yang bisa kita dapat dari pelajaran itu," imbuh dia.
Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina, Ini Ramalan Prabowo tentang Perang Generasi Keenam
Lihat Juga :