Inilah 5 Warga Negara Asing yang Membantu Kemerdekaan Indonesia
Rabu, 09 November 2022 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Douwes Dekker pernah dituduh melakukan penggelapan uang, tapi pada akhirnya tuduhan tersebut tidak terbukti. Melalui buku yang ditulisnya dengan nama pena Multatuli tersebut, Eduard menceritakan kekejaman kolonial Belanda yang disajikan secara detail.
Hal ini memperlihatkan keberpihakan Eduard Douwes Dekker kepada Indonesia dan perjuangan rakyatnya. Bukan sekadar tulisan, Eduard juga menghadirkan bukti-bukti sehingga kondisi Indonesia dapat dengan jelas tergambar dan dipahami pembacanya. Buku Max Havelaar ini juga menginspirasi para pejuang kemerdekaan untuk tetap semangat dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
5. Ichiki Tatsuo
![Inilah 5 Warga Negara Asing yang Membantu Kemerdekaan Indonesia]()
Foto/wikipedia
Ichiki Tatsuo dikenal dengan nama Abdul Rachman. Dia adalah pemuda asal Jepang yang merasa negaranya telah mengkhianati Indonesia. Sebab janji untuk memberikan kemerdekaan bagi Indonesia ternyata tidak dipenhi.
Tekadnya pun menjadi bulat untuk bersama-sama rakyat Indonesia melawan Sekutu yang diboncengi Belanda. Dia bergabung dalam Pembela Tanah Air (Peta) di Divisi Pendidikan. Nama Abdul Rachman oleh Haji Agus Salim sebagai penghargaan karena dirinya telah menjadi penasihat di divisi tersebut.
Tatsuo memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Semeru, Jawa Timur. Pasukan tersebut merupakan satuan khusus di bawah militer Indonesia yang terdiri dari tentara-tentara Jepang yang bersimpati pada kemerdekaan Indonesia. Ichiki Tatsuo tewas tertembak pasukan Belanda pada 9 Januari 1949 di Desa Dampit, Malang.
Hal ini memperlihatkan keberpihakan Eduard Douwes Dekker kepada Indonesia dan perjuangan rakyatnya. Bukan sekadar tulisan, Eduard juga menghadirkan bukti-bukti sehingga kondisi Indonesia dapat dengan jelas tergambar dan dipahami pembacanya. Buku Max Havelaar ini juga menginspirasi para pejuang kemerdekaan untuk tetap semangat dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
5. Ichiki Tatsuo

Foto/wikipedia
Ichiki Tatsuo dikenal dengan nama Abdul Rachman. Dia adalah pemuda asal Jepang yang merasa negaranya telah mengkhianati Indonesia. Sebab janji untuk memberikan kemerdekaan bagi Indonesia ternyata tidak dipenhi.
Tekadnya pun menjadi bulat untuk bersama-sama rakyat Indonesia melawan Sekutu yang diboncengi Belanda. Dia bergabung dalam Pembela Tanah Air (Peta) di Divisi Pendidikan. Nama Abdul Rachman oleh Haji Agus Salim sebagai penghargaan karena dirinya telah menjadi penasihat di divisi tersebut.
Tatsuo memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Semeru, Jawa Timur. Pasukan tersebut merupakan satuan khusus di bawah militer Indonesia yang terdiri dari tentara-tentara Jepang yang bersimpati pada kemerdekaan Indonesia. Ichiki Tatsuo tewas tertembak pasukan Belanda pada 9 Januari 1949 di Desa Dampit, Malang.
(muh)
Lihat Juga :