Profil dr Raden Rubini Natawisastra: Dokter Aktivis Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Jum'at, 04 November 2022 - 16:36 WIB
loading...
A A A
Rubini juga mendorong partai ini untuk memberikan perhatian pada program-program pemajuan kehidupan rakyat. Itu sebabnya, pada masa itu Parindra juga mendirikan sejumlah sekolah, klub olahraga, klub kesenian, dan menyelenggarakan kursus-kursus politik.



Menolak Dipindah

Pada tahun 1940-an, pemerintah kolonial Belanda evakuasi para pejabatnya ke Jawa menyusul mulai berkobarnya Perang Dunia II ke wiayah Asia Pasifik. Jepang yang sedang di atas angin segera masuk Hindia Belanda (Indonesia).

Tokoh-tokoh pejabat pribumi seperti Rubini pun ikut dievakuasi. Namun dia menolak. Rubini tetap memberikaan pelayanan kesehatan di wilayahh Kalimantan Barat kendati kedaan makin sulit. Tenaga kesehatan berkurang drastis setelah banyak dokter Belanda dievakuasi dari Kalimantan.

Dalam kondisi terdesak, Pemerintah Kolonial Belanda malah mengangkat Rubini menjadi perwira kesehatan cadangan berpangkat letnan dua. Tugasnya mengurusi rumah sakit militer yang ditinggalkan dokter-dokter Belanda. Bersama dokter-dokter pribumi lainnya yang menolak dievakuasi, Rubini merawat para pasien korban pemboman Jepang.

Sekitar bulan Februari 1942, Jepang akhirnya masuk Indonesia lalu membubarkan seluruh organisasi dan kegiatan politik, termasuk Parindra. Meski begitu, Rubini tetap melakukan kegiatan politik secara sembunyi-sembunyi.

Dia dan para aktivis mendirikan organisasi Nissinkwai yang awalnya mendukung Jepang. Namun setelah mengetahui perlaku Jepang terhadap rakyat, terutama kaum perempuan, dia bertekad melakukan perlawanan politik secara terbuka. Jepang menganggap pergerakan aktivis di Nissinkwai sebagai ancaman dan organisasi itu pun dibubarkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Rekomendasi
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Afrika Selatan Cetak...
Afrika Selatan Cetak Sejarah Usai Lolos ke Babak 32 Besar
Meksiko Tumbangkan Ceko...
Meksiko Tumbangkan Ceko 3-0 di Laga Penutup Grup A Piala Dunia 2026
Berita Terkini
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved