Bicara di Forum Club de Madrid, AHY Dinilai Makin Kompeten dan Berkualitas

Jum'at, 04 November 2022 - 14:07 WIB
loading...
Bicara di Forum Club de Madrid, AHY Dinilai Makin Kompeten dan Berkualitas
Ketua Umum Partai Demokrat AHY dinilai makin menunjukkan kualitas dan kompetensi kepemimpinannya setelah tampil di forum Club de Madrid (CdM) di Berlin, Jerman. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) dinilai makin menunjukkan kualitas dan kompetensi kepemimpinannya setelah tampil di forum Club de Madrid (CdM) di Berlin, Jerman. Forum internasional yang digelar selama dua hari ini dihadiri sekitar 40 mantan pemimpin pemerintahan dari negara-negara demokratis.

Beberapa di antaranya adalah President of CdM and President of Slovenia (2007-2012) Danilo Türk, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), President of Bolivia (2001-2002) Jorge Fernando Quiroga, President of Mexico 2006-2012) Felipe Calderón, President of Poland (1995–2005) Aleksander Kwaśniewski, dan President of Mali (2014-2015) Moussa Mara. Perdana Menteri Inggris (2007-2010) Gordon Brown, hadir secara virtual.

Dalam forum ini, para mantan kepala negara saling bertukar pikiran mengantisipasi ancaman terjadinya mega krisis multidimensional. Ini mencakup perang Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, ancaman resesi global serta perubahan iklim yang makin tidak menentu.



"Meskipun singkat, pernyataan AHY mampu merangkum utuh persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi dunia dan sekaligus menyodorkan opsi-opsi solusi yang fundamental serta praktis," kata peneliti Indikator Politik, Bawono Kumoro dalam keterangan tertulis, Jumat (4/11/2022).

Berbicara pada hari terakhir, AHY yang hadir dalam kapasitas sebagai Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) menyampaikan pandangannya untuk mencegah krisis ini terjadi semakin jauh. "Tidak ada resep rahasia. Namun izinkan saya untuk menyampaikan tiga catatan yang saya yakin akan sangat penting bagi upaya kita dalam membekali diri untuk mencegah krisis terjadi di masa depan," kata AHY.

Pertama, semua pihak tidak boleh menunggu sampai krisis dimulai sebelum melakukan sesuatu. Di dunia yang penuh ketidakpastian, pencegahan dan kesiapsiagaan akan menjadi semakin penting. Menurutnya, dunia telah membayar mahal untuk keterbatasan dalam mencegah dan mempersiapkan apa yang mungkin terjadi ke depan. Dunia perlu dibekali dengan kapasitas yang memungkinkan semuanya selalu siap.

Baca juga: Di Hadapan Tokoh Dunia, AHY Sampaikan 3 Pandangan Cegah Mega Krisis di Masa Depan

Selanjutnya, AHY mengingatkan agar tidak mengandalkan teknologi semata untuk mencegah krisis. "Faktor manusia, seperti kepemimpinan dan karakter pemimpin, akan menjadi faktor penentu. Manusialah yang harus membuat pilihan sulit untuk mengakhiri perang dan konflik, mengutamakan agenda iklim, beralih ke energi terbarukan, mereformasi bisnis dan pemerintahan, dan lain sebagainya," kata kandidat doktor dalam pengembangan sumber daya manusia ini.

Ketiga, lanjut AHY, semua negara dan aktor global perlu beradaptasi dengan dinamika global. Pertukaran ide, kolaborasi dan kemitraan perlu lebih ditingkatkan. AHY percaya bahwa para pemimpin global di Club de Madrid telah membuka jalan di depan.

"Kita tidak membutuhkan institusi atau lanskap global yang sama sekali baru. Kita hanya perlu menimbang kembali urgensi untuk bekerja sama, menempatkan perspektif baru di mana semua aktor global, aktor negara dan nonnegara, dapat bersatu dalam menjalankan tujuan bersama dalam mengatasi tantangan global," kata AHY.

Dalam penilaian Bawono, saran-saran AHY tersebut menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin pada era sekarang, saat berbagai persoalan berjalin berkelindan, dan melampaui batas-batas geografis maupun waktu.

"Kompleksitas persoalan yang dihadapi Indonesia pada saat ini, menuntut kepemimpinan yang memiliki integritas, wawasan luas, kompetensi keilmuan sekaligus ketegasan. Persoalan-persoalan baru ini tidak bisa dipecahkan dengan cara-cara lama, seperti yang dilakukan kepemimpinan pada saat ini," kata Bawono.
(abd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2279 seconds (10.101#12.26)