Menagih Langkah Konkret Menghadapi Tahun Kegelapan
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Sementara perang Ukraina-Rusia yang sudah berlangsung cukup lama belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Ekonomi dunia yang sudah babak belur dihantam Covid-19 kembali terseok akibat krisis geopolitik di Rusia. Lembaga-lembaga internasional yang diharapkan menjadi penengah perang Rusia-Ukraina juga melempem, lunglai tak punya peran berarti.
Apalagi, negara-negara yang memiliki pengaruh besar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut terlibat dalam peperangan itu. Masalah semakin kusut. Dan, sudah mulai muncul kekhawatiran pecahnya Perang Dunia Ketiga yang diikuti penggunaan senjata nuklir.
Kekhawatiran pecahnya PD III ini terlihat dari spektrum peperangan yang kian meluas, bukan menyempit dan mengerucut. Malah melebar ke berbagai sisi karena dampak globalisasi yang menyebabkan kejadian dan peristiwa di suatu negara memberi dampak serius baik langsung maupun secara tidak langsung kepada negara lain secara bilateral maupun multilateral.
Belum lagi ancaman penyakit menular pasca-Covid-19, baik itu varian baru atau penyakit mematikan lain yang juga bermunculan seperti gagal ginjal akut yang menyerang Gambia, Indonesia, dan Nigeria. Anggaran pemerintahan negara berkembang atau miskin akan kedodoran untuk melawan penyakit mematikan ini.
Bisnis vaksin global juga akan naik tajam. Karena begitu pandemi baru muncul, vaksin akan menjadi rebutan banyak negara. Sedangkan pasokan vaksin ini terbatas karena negara yang mampu memproduksinya juga terbatas.
Ekonomi dunia yang sudah babak belur dihantam Covid-19 kembali terseok akibat krisis geopolitik di Rusia. Lembaga-lembaga internasional yang diharapkan menjadi penengah perang Rusia-Ukraina juga melempem, lunglai tak punya peran berarti.
Apalagi, negara-negara yang memiliki pengaruh besar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut terlibat dalam peperangan itu. Masalah semakin kusut. Dan, sudah mulai muncul kekhawatiran pecahnya Perang Dunia Ketiga yang diikuti penggunaan senjata nuklir.
Kekhawatiran pecahnya PD III ini terlihat dari spektrum peperangan yang kian meluas, bukan menyempit dan mengerucut. Malah melebar ke berbagai sisi karena dampak globalisasi yang menyebabkan kejadian dan peristiwa di suatu negara memberi dampak serius baik langsung maupun secara tidak langsung kepada negara lain secara bilateral maupun multilateral.
Belum lagi ancaman penyakit menular pasca-Covid-19, baik itu varian baru atau penyakit mematikan lain yang juga bermunculan seperti gagal ginjal akut yang menyerang Gambia, Indonesia, dan Nigeria. Anggaran pemerintahan negara berkembang atau miskin akan kedodoran untuk melawan penyakit mematikan ini.
Bisnis vaksin global juga akan naik tajam. Karena begitu pandemi baru muncul, vaksin akan menjadi rebutan banyak negara. Sedangkan pasokan vaksin ini terbatas karena negara yang mampu memproduksinya juga terbatas.
Lihat Juga :