Tim CCTV KM 50 Lihat Ferdy Sambo Merokok Setelah Penembakan Brigadir J
Rabu, 26 Oktober 2022 - 18:19 WIB
loading...
Ferdy Sambo meminta AKBP Arie Cahya alias Acay datang ke rumah dinasnya setelah penembakan Brigadir J. Foto: MPI/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Saksi AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay sempat melihat jasad Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tergeletak di dekat tangga. Anggota tim CCTV kasus KM 50 itu datang ke rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan setelah penembakan terhadap Brigadir J terjadi.
Acay menjelaskan, kedatangannya setelah dihubungi Ferdy Sambo. Dia pun datang datang bersama anak buahnya, AKP Irfan Widyanto.Menurut Acay pada saat itu dirinya melihat Ferdy Sambo tengah merokok di luar rumah, tak hanya itu dirinya juga turut melihat Ferdy Sambo dengan muka merah seperti orang yang sedang emosi.
"Sampainya di sana, terdakwa (AKP Irfan) hanya di luar. Saya tak tahu aktivitas apa. Karena saya pribadi dipanggil Pak FS. Kurang lebih setelah saya di pagar posisi Pak FS di meja merokok sendirian menggunakan celana PDL dengan wajah yang tidak seperti biasanya, wajahnya merah seperti kecewa. Setelah habis rokoknya, baru saya sampaikan, 'Mohon izin, Jenderal, saya Acay'," jelasnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022).
Setelah itu, dirinya pun mengikuti Ferdy Sambo masuk dan alangkah terkejutnya dirinya melihat ada seseorang yang tergeletak di bawah tangga.
"Saya masuk garasi menuju dapur. Ini posisi masih di dapur terlihat seseorang tergeletak di sebelah tangga, 'Mohon izin Jenderal siapa dia?'. Dijawab 'itu Yosua, kurang ajar dia melecehkan ibu' katanya. Saya lupa ditembak atau tertembak, tapi yang jelas ada peristiwa tembak-menembak antara Yosua dengan yang lain dan di dalam sudah ada anggota Provos empat sampai lima orang," terangnya.
Tak sampai di situ, dirinya juga sempat ditanya oleh anggota Provos yang pada saat itu berada di kediaman Ferdy Sambo. Setelah itu dia melihat Ferdy Sambo tengah menelepon seseorang diluar rumah.
"Saya lihat Pak FS di taman menelepon, saya nggak tahu telepon siapa. Kemudian ambulans datang saat ambulans datang petugas sendirian awalnya diturunkan tepat tidur ada rodanya," jelasnya.
Acay menjelaskan, kedatangannya setelah dihubungi Ferdy Sambo. Dia pun datang datang bersama anak buahnya, AKP Irfan Widyanto.Menurut Acay pada saat itu dirinya melihat Ferdy Sambo tengah merokok di luar rumah, tak hanya itu dirinya juga turut melihat Ferdy Sambo dengan muka merah seperti orang yang sedang emosi.
"Sampainya di sana, terdakwa (AKP Irfan) hanya di luar. Saya tak tahu aktivitas apa. Karena saya pribadi dipanggil Pak FS. Kurang lebih setelah saya di pagar posisi Pak FS di meja merokok sendirian menggunakan celana PDL dengan wajah yang tidak seperti biasanya, wajahnya merah seperti kecewa. Setelah habis rokoknya, baru saya sampaikan, 'Mohon izin, Jenderal, saya Acay'," jelasnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022).
Setelah itu, dirinya pun mengikuti Ferdy Sambo masuk dan alangkah terkejutnya dirinya melihat ada seseorang yang tergeletak di bawah tangga.
"Saya masuk garasi menuju dapur. Ini posisi masih di dapur terlihat seseorang tergeletak di sebelah tangga, 'Mohon izin Jenderal siapa dia?'. Dijawab 'itu Yosua, kurang ajar dia melecehkan ibu' katanya. Saya lupa ditembak atau tertembak, tapi yang jelas ada peristiwa tembak-menembak antara Yosua dengan yang lain dan di dalam sudah ada anggota Provos empat sampai lima orang," terangnya.
Tak sampai di situ, dirinya juga sempat ditanya oleh anggota Provos yang pada saat itu berada di kediaman Ferdy Sambo. Setelah itu dia melihat Ferdy Sambo tengah menelepon seseorang diluar rumah.
"Saya lihat Pak FS di taman menelepon, saya nggak tahu telepon siapa. Kemudian ambulans datang saat ambulans datang petugas sendirian awalnya diturunkan tepat tidur ada rodanya," jelasnya.
(muh)
Lihat Juga :