Pilpres 2024, Pertemuan TGB-Ganjar Bisa Jadi Snowball Politics
Rabu, 26 Oktober 2022 - 16:31 WIB
loading...
Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumah dinas Ganjar. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pertemuan Ketua Harian Nasional DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Semarang, Minggu 23 Oktober, dinilai bisa menjadi snowball politics atau bola salju politik.
Peneliti Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdus Salam menilai, itu bukanlah pertemuan biasa. Namun memiliki dampak lanjutan yang lebih prospektif dan intens.
"Ya minimal akan mematik intensitas komunikasi politik keduanya termasuk membuka peluang dukungan pada Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024," ucapnya, Rabu, (26/10/2022).
Baca juga: TGB Bertemu Ganjar Pranowo di Semarang, Ini yang Dibahas
Menurut dia pertemuan tersebut layaknya episode pembuka saja. Surokim meyakini, akan ada pertemuan lanjutan untuk menyamakan dan menguatkan frekuensi antar keduanya. Sehingga bisa menjadi penguat menuju kandidasi 2024.
"Tone positif ini pasti juga akan punya efek gema yang bisa memengaruhi positioning keduanya, khususnya dalam membangun politik inklusif," ujarnya.
Dia menuturkan komunikasi politik babak awal ini akan memberi dampak elektoral positif untuk keduanya. Selain tone positif, momentumnya juga tepat karena Ganjar membutuhkan penguatan pasca mendapat sanksi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Peneliti Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdus Salam menilai, itu bukanlah pertemuan biasa. Namun memiliki dampak lanjutan yang lebih prospektif dan intens.
"Ya minimal akan mematik intensitas komunikasi politik keduanya termasuk membuka peluang dukungan pada Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024," ucapnya, Rabu, (26/10/2022).
Baca juga: TGB Bertemu Ganjar Pranowo di Semarang, Ini yang Dibahas
Menurut dia pertemuan tersebut layaknya episode pembuka saja. Surokim meyakini, akan ada pertemuan lanjutan untuk menyamakan dan menguatkan frekuensi antar keduanya. Sehingga bisa menjadi penguat menuju kandidasi 2024.
"Tone positif ini pasti juga akan punya efek gema yang bisa memengaruhi positioning keduanya, khususnya dalam membangun politik inklusif," ujarnya.
Dia menuturkan komunikasi politik babak awal ini akan memberi dampak elektoral positif untuk keduanya. Selain tone positif, momentumnya juga tepat karena Ganjar membutuhkan penguatan pasca mendapat sanksi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Lihat Juga :