Sempat Digeledah, Adik Brigadir J Ungkap Kejanggalan di Rumah Saguling
Selasa, 25 Oktober 2022 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
Dia tahu kakaknya menjadi ajudan Ferdy Sambo saat dia bertugas di Jakarta, hingga akhirnya kakaknya itu menjadi ajudan Putri Candrawathi. Dia tak pernah bertanya alasan kakaknya bisa ditarik menjadi ajudan Putri lantaran hal itu juga persoalan biasa dalam jajaran kepolisian.
"Terakhir (Brigadir J jadi ajudan Ferdy Sambo) Pak FS jadi Kadiv Propam, lalu ditarik jadi ajudan Ibu PC. (Brigadir J diangkat jadi ajudan) Saat (Ferdy Sambo) jadi Dirtipidum sama jadi Kadiv Propam," tuturnya.
Selama menjadi ajudan, kakaknya juga tak pernah cerita dia punya masalah dengan Ferdy Sambo ataupun Putri Candrawathi, termasuk kehidupan pribadi mereka. Selama menjadi ajudan, kakaknya tinggal di rumah orang yang tengah didampinginya itu.
Adapun dia tinggal di kawasan Saguling pula, sekitar 500 meter jaraknya dari rumah di Saguling. Maka itu, dia juga terkadang ke rumah Saguling dan rumah Duren Tiga, sehingga sedikitnya tahu siapa saja yang tinggal di rumah tersebut, di antaranya ajudan yang piket dan sejumlah ART.
Adapun saat kejadian, terjadi saat dia pascapiket. Dia sempat tak tak bisa tidur hingga akhirnya dia mendapatkan telepon dari Kaden menanyakan dia sedang di mana dan apakah dia memegang senpi, hingga dijawab dia tak memegang senpi karena senpi itu ditinggal di pos.
"Terakhir (Brigadir J jadi ajudan Ferdy Sambo) Pak FS jadi Kadiv Propam, lalu ditarik jadi ajudan Ibu PC. (Brigadir J diangkat jadi ajudan) Saat (Ferdy Sambo) jadi Dirtipidum sama jadi Kadiv Propam," tuturnya.
Selama menjadi ajudan, kakaknya juga tak pernah cerita dia punya masalah dengan Ferdy Sambo ataupun Putri Candrawathi, termasuk kehidupan pribadi mereka. Selama menjadi ajudan, kakaknya tinggal di rumah orang yang tengah didampinginya itu.
Adapun dia tinggal di kawasan Saguling pula, sekitar 500 meter jaraknya dari rumah di Saguling. Maka itu, dia juga terkadang ke rumah Saguling dan rumah Duren Tiga, sehingga sedikitnya tahu siapa saja yang tinggal di rumah tersebut, di antaranya ajudan yang piket dan sejumlah ART.
Adapun saat kejadian, terjadi saat dia pascapiket. Dia sempat tak tak bisa tidur hingga akhirnya dia mendapatkan telepon dari Kaden menanyakan dia sedang di mana dan apakah dia memegang senpi, hingga dijawab dia tak memegang senpi karena senpi itu ditinggal di pos.
Lihat Juga :