Pengamat: Nasionalis-Islam Itu Konsensus, Peluang Ganjar-Airlangga Masih Terbuka
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
"Sebenarnya tidak ada ketentuan dalam sejarah republik bahwa calon presiden cawapres harus merepresentasikan kelompok, kategori partai nasionalis dan Islam, tidak ada. Tapi ada semacam konsensus nasional bahwa sosok profil figur rata-rata ya memang tidak hanya kategori nasionalis, karena juga karena mayoritas pemilih muslim biasanya kan ada kepantasan sosok yang mewakili Islam. Itu dianggap penting," terang Nyarwi.
Oleh sebab itu, menurut Nyarwi, wacana pemasangan Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto tidak mempunyai hambatan berat. Kecuali muncul resistensi tinggi di kalangan pemilih muslim, dan juga ada kemunculan polarisasi pemilih pada masa kampanye nanti.
"Menurut saya tidak ada kendala. Belum ada data riset juga yang sangat kredibel, yang menunjukkan ada pemilih dari kalangan Islam yang resistensinya tinggi atau mereka berdua mendapat resistensi tinggi dari kalangan pemilih muslim. Termasuk tidak ada misalnya bentuk-bentuk kebijakan yang telah dilakukan keduanya selama berkarir di politik yang bisa menunjukkan kebijakan yang merugikan umat Islam," ujarnya.
"Artinya peluang Ganjar, maupun Airlangga untuk diterima di kalangan muslim masih sangat besar. Kecuali nanti dalam masa kampanye misalnya muncul isu-isu yang mengarah kepada polarisasi karena tuntutan figur capres-cawapres yang makin islami. Ini balik lagi ke siapa yang menjadi kompetitor," tandas Nyarwi.
Oleh sebab itu, menurut Nyarwi, wacana pemasangan Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto tidak mempunyai hambatan berat. Kecuali muncul resistensi tinggi di kalangan pemilih muslim, dan juga ada kemunculan polarisasi pemilih pada masa kampanye nanti.
"Menurut saya tidak ada kendala. Belum ada data riset juga yang sangat kredibel, yang menunjukkan ada pemilih dari kalangan Islam yang resistensinya tinggi atau mereka berdua mendapat resistensi tinggi dari kalangan pemilih muslim. Termasuk tidak ada misalnya bentuk-bentuk kebijakan yang telah dilakukan keduanya selama berkarir di politik yang bisa menunjukkan kebijakan yang merugikan umat Islam," ujarnya.
"Artinya peluang Ganjar, maupun Airlangga untuk diterima di kalangan muslim masih sangat besar. Kecuali nanti dalam masa kampanye misalnya muncul isu-isu yang mengarah kepada polarisasi karena tuntutan figur capres-cawapres yang makin islami. Ini balik lagi ke siapa yang menjadi kompetitor," tandas Nyarwi.
(muh)
Lihat Juga :