Tangani Corona, Indonesia Perlu Belajar dari Korsel dan Taiwan
Senin, 06 Juli 2020 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Respons cepat itu meliputi pelacakan kontak, catatan kartu kredit, video pengawasan, dan wawancara pribadi untuk melakukan pelacakan kontak untuk mengingatkan orang-orang yang mungkin telah berinteraksi dengan pembawa virus. Selain itu, layanan drive thru pengujian COVID-19, akses mudah ke rumah sakit beserta fasilitas di pusat perawatan yang lengkap, komunikasi transparan kepada publik serta penggunaan dukungan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) yang inovatif.(Baca juga: Apjati Siap Sosialisasikan Protokol Penempatan PMI ke Mancanegara )
Rangkaian kebijakan yang dilakukan Taiwan dan Korea Selatan, menurut Vunny, telah menunjukkan bahwa belajar dari pengalaman merupakan landasan kuat dalam membuat kebijakan yang lebih baik untuk menghadapi kejadian serupa di kemudian hari.
"Seharusnya COVID-19 menjadi momentum kebangkitan berbagai aktor strategis di Indonesia untuk berkomitmen membuat rangkaian kebijakan yang akan menjadi 'magnum opus' dalam sejarah bangsa menghadapi kejadian serupa di kemudian hari," katanya.
Ia berpandangan, Indonesia bisa memulai dengan meninjau kembali road map pembangunan sektor TIK jangka panjang sampai 2045 yang dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hal ini juga perlu diikuti dengan tinjauan secara terintegrasi pada berbagai kebijakan layanan digital sektor kesehatan. Misalnya, rancangan Peraturan Menteri Kesehatan tentang telemedicine dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Pemerintah juga perlu menyiapkan strategi antisipasi sebagai upaya perlindungan data, menjamin kerahasiaan pasien, dan menekan risiko kemungkinan berbagi data atau rekam jejak pasien dalam situasi pandemi.
Rangkaian kebijakan yang dilakukan Taiwan dan Korea Selatan, menurut Vunny, telah menunjukkan bahwa belajar dari pengalaman merupakan landasan kuat dalam membuat kebijakan yang lebih baik untuk menghadapi kejadian serupa di kemudian hari.
"Seharusnya COVID-19 menjadi momentum kebangkitan berbagai aktor strategis di Indonesia untuk berkomitmen membuat rangkaian kebijakan yang akan menjadi 'magnum opus' dalam sejarah bangsa menghadapi kejadian serupa di kemudian hari," katanya.
Ia berpandangan, Indonesia bisa memulai dengan meninjau kembali road map pembangunan sektor TIK jangka panjang sampai 2045 yang dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hal ini juga perlu diikuti dengan tinjauan secara terintegrasi pada berbagai kebijakan layanan digital sektor kesehatan. Misalnya, rancangan Peraturan Menteri Kesehatan tentang telemedicine dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Pemerintah juga perlu menyiapkan strategi antisipasi sebagai upaya perlindungan data, menjamin kerahasiaan pasien, dan menekan risiko kemungkinan berbagi data atau rekam jejak pasien dalam situasi pandemi.
(abd)
Lihat Juga :