Nasdem Digoyang Isu Reshuffle, PAN Ungkit Asman Abnur Mundur dari Kabinet
Rabu, 19 Oktober 2022 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
"Karena PAN pernah pengalaman dulu PAN gabung dengan Pak Jokowi. Ketika PAN tidak mendukung Pak Jokowi, Bang Asman (Asman Abnur, red) keluar dari menteri, mengundurkan diri. Itu contoh yang baik," ujarnya.
Sekadar diketahui, Asman Abnur mundur dari jabatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada Selasa, 15 Agustus 2018. Keputusan Asman Abnur itu setelah PAN memutuskan mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
Bukan bermaksud untuk mendorong Nasdem melakukan hal serupa, Yandri menceritakan bahwa saat itu PAN memilih sikap elegan bahwa kalau memang sudah tidak sejalan dengan Jokowi, partainya memilih mundur ketimbang dimundurkan. "Nah ini bisa kejadian mundur atau dimundurkan oleh Pak Jokowi bilamana ada parpol mungkin tidak sejalan dengan Pak Jokowi, bisa jadi kan," kata Yandri.
Namun demikian, kata Yandri, keputusan itu kembali pada parpol masing-masing, termasuk nanti apakah Jokowi akan melakukan reshuffle atau tidak, karena itu merupakan hak prerogatif Jokowi. Tapi, ia menegaskan bahwa kalaupun Jokowi pada akhirnya melakukan evaluasi dan melakukan reshuffle kabinet, tidak perlu diributkan.
"Menambah atau mengurangi menteri, menambah atau mengurangi koalisi parpol kan hak dia. Jadi menurut saya tidak perlu diganggu gugat hak Pak Jokowi itu. Kalau menurut Pak Jokowi ini koalisi perlu dikurangi ya terima tidak bisa juga ini kan, atau dipertahankan ya terima juga. Intinya kita serahkan penuh kepada Pak Jokowi," tegas Wakil Ketua MPR ini.
Sekadar diketahui, Asman Abnur mundur dari jabatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada Selasa, 15 Agustus 2018. Keputusan Asman Abnur itu setelah PAN memutuskan mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
Bukan bermaksud untuk mendorong Nasdem melakukan hal serupa, Yandri menceritakan bahwa saat itu PAN memilih sikap elegan bahwa kalau memang sudah tidak sejalan dengan Jokowi, partainya memilih mundur ketimbang dimundurkan. "Nah ini bisa kejadian mundur atau dimundurkan oleh Pak Jokowi bilamana ada parpol mungkin tidak sejalan dengan Pak Jokowi, bisa jadi kan," kata Yandri.
Namun demikian, kata Yandri, keputusan itu kembali pada parpol masing-masing, termasuk nanti apakah Jokowi akan melakukan reshuffle atau tidak, karena itu merupakan hak prerogatif Jokowi. Tapi, ia menegaskan bahwa kalaupun Jokowi pada akhirnya melakukan evaluasi dan melakukan reshuffle kabinet, tidak perlu diributkan.
"Menambah atau mengurangi menteri, menambah atau mengurangi koalisi parpol kan hak dia. Jadi menurut saya tidak perlu diganggu gugat hak Pak Jokowi itu. Kalau menurut Pak Jokowi ini koalisi perlu dikurangi ya terima tidak bisa juga ini kan, atau dipertahankan ya terima juga. Intinya kita serahkan penuh kepada Pak Jokowi," tegas Wakil Ketua MPR ini.
(rca)
Lihat Juga :