Survei LSI Denny JA: Perkara Ferdy Sambo Jadi Kasus Paling Dramatis di 2022
Selasa, 18 Oktober 2022 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan tingkat usia, mereka yang berumur di bawah 30 tahun, 94,4% menyatakan pernah mendengar kasus ini. Berusia 30–39 tahun, 88,5%; usia 40–49 tahun, 89,1%; bahkan usia di atas 50 tahun, sebanyak 81,6% menyatakan pernah mendengar kasus ini.
Kasus Ferdy Sambo Sambo juga didengar oleh mayoritas berbagai lapisan masyarakat secara penghasilan. Sebanyak 79% orang berpenghasilan di bawah Rp2 juta/bulan mengaku pernah mendengar kasus ini.
Kemudian masyarakat dengan penghasilan Rp2 juta-Rp3 juta/bulan, 94%; berpenghasilan Rp3 juta-Rp4juta/bulan, 97,6%; dan masyarakat berpenghasilan Rp4 juta/bulan, 95,7%. Ketiga, kasus Ferdy Sambo bertahan menjadi pembicaraan publik hingga berbulan-bulan.
Kasus pembunuhan Brigadir J terjadi pada 8 Juli 2022, hingga saat ini masyarakat masih membicarakannya. "Berarti sudah empat bulan kasus Ferdy Sambo ini dibicarakan. Ia tak hanya dibicarakan di warung kopi, media sosial, bahkan juga di kampus hingga rumah ibadah," kata Ardian Sopa.
Keempat, kasus Ferdy Sambo seperti drama yang penuh isu panas dan perubahan karakter. Bermula dari kasus polisi tembak polisi, berubah ke isu perselingkuhan. Lalu kasus ini bertambah kaya dengan adanya elemen obstruction of justice atau penghalangan penyidikan oleh oknum polisi atau aparat negara.
Isu kemudian berubah lebih liar lagi menjadi kasus suami bela istri, penyalahgunaan jabatan, tuduhan uang gelap judi online, hingga uang narkoba. Kasus Ferdy Sambo cukup dramatis selayaknya sinetron yang populer.
Kelima, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaan polisi menurun 13%, dari 72,1% menjadi 59,1%. Angka sangat anjlok dibanding pada 2018 yang sempat mencapai 87,8%.
"Setelah Pilpres 2019, kepercayaan terhadap polisi sudah menurun pada angka 72,1%. Sekarang di tahun 2022, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaan pada polisi menurun ke 59,1%," tuturnya.
Kasus Ferdy Sambo Sambo juga didengar oleh mayoritas berbagai lapisan masyarakat secara penghasilan. Sebanyak 79% orang berpenghasilan di bawah Rp2 juta/bulan mengaku pernah mendengar kasus ini.
Kemudian masyarakat dengan penghasilan Rp2 juta-Rp3 juta/bulan, 94%; berpenghasilan Rp3 juta-Rp4juta/bulan, 97,6%; dan masyarakat berpenghasilan Rp4 juta/bulan, 95,7%. Ketiga, kasus Ferdy Sambo bertahan menjadi pembicaraan publik hingga berbulan-bulan.
Kasus pembunuhan Brigadir J terjadi pada 8 Juli 2022, hingga saat ini masyarakat masih membicarakannya. "Berarti sudah empat bulan kasus Ferdy Sambo ini dibicarakan. Ia tak hanya dibicarakan di warung kopi, media sosial, bahkan juga di kampus hingga rumah ibadah," kata Ardian Sopa.
Keempat, kasus Ferdy Sambo seperti drama yang penuh isu panas dan perubahan karakter. Bermula dari kasus polisi tembak polisi, berubah ke isu perselingkuhan. Lalu kasus ini bertambah kaya dengan adanya elemen obstruction of justice atau penghalangan penyidikan oleh oknum polisi atau aparat negara.
Isu kemudian berubah lebih liar lagi menjadi kasus suami bela istri, penyalahgunaan jabatan, tuduhan uang gelap judi online, hingga uang narkoba. Kasus Ferdy Sambo cukup dramatis selayaknya sinetron yang populer.
Kelima, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaan polisi menurun 13%, dari 72,1% menjadi 59,1%. Angka sangat anjlok dibanding pada 2018 yang sempat mencapai 87,8%.
"Setelah Pilpres 2019, kepercayaan terhadap polisi sudah menurun pada angka 72,1%. Sekarang di tahun 2022, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaan pada polisi menurun ke 59,1%," tuturnya.
Lihat Juga :