Survei LSI Denny JA: Perkara Ferdy Sambo Jadi Kasus Paling Dramatis di 2022
Selasa, 18 Oktober 2022 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Dalam survei kali ini, LSI Denny JA juga menguji tingkat kepercayaan pemilih calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) 2024 kepada polisi. LSI Denny JA mengambil pemilih 5 capres-cawapres utama berdasarkan kekuatan partai dan elektabilitas, yakni Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.
Dari survei diketahui, pemilih Puan Maharani lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Sebanyak 69,5% percaya dan 30,5% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. "Proporsi antara yang percaya dengan yang tidak percaya terhadap polisi di pemilih Puan, mendekati angka 70% banding 30%," kata Ardian Sopa.
Pemilih Airlangga Hartarto juga lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Masyarakat yang memilih Airlangga, 60% menyatakan percaya dan 40% kurang/tidak percaya terhadap polisi. Pun begitu dengan pemilih Prabowo Subianto.
Masyarakat yang memilih Prabowo, 59,1% menyatakan percaya, sedangkan 40% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Pada pemilih Anies, yang percaya dan tak percaya polisi hampir sama banyaknya, selisih margin of error. Masyarakat yang memilih Anies, 49,7% menyatakan percaya pada polisi dan 47,4% menyatakan kurang/tidak.
"Adapun pemilih Ganjar, lebih banyak yang percaya. Masyarakat yang memilih Ganjar, 66,8% menyatakan percaya dan 32,7% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi," imbuhnya.
Untuk diketahui, survei LSI Denny JA ini digelar pada periode 11-20 September. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara tatap muka dengan kuisioner dilengkapi riset kualitatif. Jumlah responden yang diambil sebanyak 1.200 orang yang tersebar seluruh wilayah Indonesia. Margin of error ditetapkan 2,9%.
Dari survei diketahui, pemilih Puan Maharani lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Sebanyak 69,5% percaya dan 30,5% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. "Proporsi antara yang percaya dengan yang tidak percaya terhadap polisi di pemilih Puan, mendekati angka 70% banding 30%," kata Ardian Sopa.
Pemilih Airlangga Hartarto juga lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Masyarakat yang memilih Airlangga, 60% menyatakan percaya dan 40% kurang/tidak percaya terhadap polisi. Pun begitu dengan pemilih Prabowo Subianto.
Masyarakat yang memilih Prabowo, 59,1% menyatakan percaya, sedangkan 40% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Pada pemilih Anies, yang percaya dan tak percaya polisi hampir sama banyaknya, selisih margin of error. Masyarakat yang memilih Anies, 49,7% menyatakan percaya pada polisi dan 47,4% menyatakan kurang/tidak.
"Adapun pemilih Ganjar, lebih banyak yang percaya. Masyarakat yang memilih Ganjar, 66,8% menyatakan percaya dan 32,7% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi," imbuhnya.
Untuk diketahui, survei LSI Denny JA ini digelar pada periode 11-20 September. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara tatap muka dengan kuisioner dilengkapi riset kualitatif. Jumlah responden yang diambil sebanyak 1.200 orang yang tersebar seluruh wilayah Indonesia. Margin of error ditetapkan 2,9%.
(rca)
Lihat Juga :