Ferdy Sambo Pakai Sarung Tangan Hitam Tembak Kepala Belakang Brigadir J
Senin, 17 Oktober 2022 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Brigadir J sambil mengangkat kedua tangannya menghadap ke depan sejajar dengan dada sempat mundur sedikit sebagai tanda penyerahan diri dan menanyakan ada apa. "Terdakwa Ferdy Sambo yang sudah mengetahui jika menembak dapat merampas nyawa, berteriak dengan suara keras pada Richard Eliezer, woy, kau tembak, kau tembak cepat. Cepat woy kau tembak," tutur JPU.
JPU menilai seharusnya Ferdy Sambo sebagai seorang perwira tinggi di Polri berpangkat Inspektur Jenderal yang sudah lama berkecimpung dalam dunia hukum, bertanya dan memberikan kesempatan pada Brigadir J untuk menjelaskan tentang hal yang terjadi sebagaimana cerita Putri Candrawathi tentang dugaan pelecehan yang terjadi di Magelang. Bukannya malah membuat Ferdy Sambo mudah marah dan emosi hingga merampas nyawa Brigadir J.
"Selanjutnya terdakwa Ferdy Sambo dengan akal liciknya untuk menghilangkan jejak serta untuk mengelabuhi perbuatan merampas nyawa korban menembak ke arah dinding di atas tangga beberapa kali, lalu berbalik arah dan menghampiri korban," jelas JPU.
Ferdy Sambo juga menempelkan senjata api milik Brigadir J ke tangan kirinya dan menembakkan senjata korban ke arah tembok di atas televisi. Senjata api HS milik korban itu lalu diletakkan di lantai dekat tangan kiri Brigadir J dengan tujuan seolah-olah telah terjadi tembak-menembak antara Bharada E dengan Brigadir J.
JPU menilai seharusnya Ferdy Sambo sebagai seorang perwira tinggi di Polri berpangkat Inspektur Jenderal yang sudah lama berkecimpung dalam dunia hukum, bertanya dan memberikan kesempatan pada Brigadir J untuk menjelaskan tentang hal yang terjadi sebagaimana cerita Putri Candrawathi tentang dugaan pelecehan yang terjadi di Magelang. Bukannya malah membuat Ferdy Sambo mudah marah dan emosi hingga merampas nyawa Brigadir J.
"Selanjutnya terdakwa Ferdy Sambo dengan akal liciknya untuk menghilangkan jejak serta untuk mengelabuhi perbuatan merampas nyawa korban menembak ke arah dinding di atas tangga beberapa kali, lalu berbalik arah dan menghampiri korban," jelas JPU.
Ferdy Sambo juga menempelkan senjata api milik Brigadir J ke tangan kirinya dan menembakkan senjata korban ke arah tembok di atas televisi. Senjata api HS milik korban itu lalu diletakkan di lantai dekat tangan kiri Brigadir J dengan tujuan seolah-olah telah terjadi tembak-menembak antara Bharada E dengan Brigadir J.
(rca)
Lihat Juga :