Menimbang Pilkada di Era New Normal

Senin, 06 Juli 2020 - 06:40 WIB
loading...
A A A
Masih Ada Harapan
Di tengah kesulitan pasti terselip sebuah harapan. Menyelenggarakan pilkada di tengah pandemi bukan perkara mudah. Butuh tekad, keseriusan, dan ‘manuver tak biasa’ untuk tetap menjaga keadaban berdemokrasi. Inilah ujian sesungguhnya bangsa saat ini. Segala daya upaya ditantang untuk bisa mewujudkan perhelatan pilkada berkualitas di masa wabah korona. Kekuatan intelektual serta kreativitas ilmu pengetahuan dipaksa melahirkan inovasi baru dalam merekayasa pilkada serentak kali ini.

Semua pihak paham, memaksakan pilkada serentak di tengah pandemi korona bukan sebatas regenerasi kepemimpinan daerah, tapi melainkan juga sebagai upaya menstimulasi ekonomi yang luluh lantak akibat terpaan badai korona. Roda ekonomi dipastikan kembali berdenyut saat pilkada. Kandidat, tim sukses, serta partai politik tentu mengapitalisasi segala sumber daya ekonomi mereka untuk memenangkan pertarungan meski harus berjibaku dengan wabah.

Istilah new normal sebenarnya mengacu pada pelonggaran aktivitas di bidang ekonomi. Pilkada sebagai medium politik elektoral yang diyakini sebagai salah satu instrumen untuk bisa menggerakkan kembali roda ekonomi daerah setelah sekian purnama dihantam prahara korona. Kandidat pasti belanja aksesori kampanye, memobilisasi tim sukses, dan sosialisasi lewat ‘serangan udara dan darat’, membutuhkan cadangan logistik yang tak sedikit. Aktivitas ekonomi pilkada semacam ini setidaknya menyasar pelaku usaha kelas ekonomi menengah, usia produktif yang bisa bekerja politik, dan seterusnya.

Tentu suasa kebatinan politik campur aduk. Antara kehendak baik melanjutkan estafet kepemimpinan, menggairahkan kembali roda ekonomi, hingga pertaruhan keselamatan warga. Karena itu, harapan paling mungkin bisa digelayutkan ialah memilih wilayah paling mungkin atau tidak menyelenggarakan pilkada serentak. Semua wilayah tak bisa digeneralisasikan kondisi pandeminya. Ada yang mulai melandai, zona hijau, dan tetap merah.

Ibarat pepatah bijak, sekali dayung tiga pulau terlampaui. Regenerasi politik jalan terus, sektor ekonomi kembali berdenyut, dan kesehatan masyarakat terjamin. Kuncinya cuma satu, yakni menimbang ulang pilkada yang didasarkan pada kategorisasi daerah berbasis sebaran korona. Zona hijau bisa melaksanakan pilkada, sedangkan zona merah bisa mundur tahun depan. Ini namanya ikhtiar mencari titik keseimbangan baru dalam pelaksanaan pilkada. Semoga!
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Rugi hingga Rp3 Miliar,...
Rugi hingga Rp3 Miliar, Amanda Manopo Tak Sabar Penjarakan Oknum Manajemen
Sarwendah Ungkap Alasan...
Sarwendah Ungkap Alasan Pindah Rumah, Didatangi Debt Collector hingga Ancaman Dilelang
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Berita Terkini
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved