Waspada Hujan Petir Angin Kencang! Bibit Siklon Tropis Terpantau di Utara Perairan Indonesia
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 07:50 WIB
loading...
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi tiga bibit Siklon Tropis yakni 90W, 98W, dan 97W yang berada di utara perairan wilayah Indonesia. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya tiga Bibit Siklon Tropis yakni 90W, 98W, dan 97W yang berada di utara perairan wilayah Indonesia.
Pertama, Bibit Siklon Tropis 90W saat ini terpantau di Laut China Selatan, tepatnya di 12.1° LU 114.4° BT, dengan kecepatan angin maksimum 30 knots dan tekanan udara minimum 1002 mb.
"Diperkirakan potensi Bibit Siklon Tropis 90W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori kuat," ungkap BMKG dikutip dari laman media sosial resminya, Jumat (14/10/2022).
Baca juga: Ini Beda Siklon Tropis Surigae dan Siklon Tropis Seroja
Kedua, Bibit Siklon Tropis 98W saat ini terpantau di Laut Filipina bagian utara, tepatnya di 16.2° LU 123.8° BT, dengan kecepatan angin maksimum 15 knots dan tekanan udara minimum 1006.9 mb.
"Diperkirakan potensi Bibit Siklon Tropis 98W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Rendah," papar BMKG.
Pertama, Bibit Siklon Tropis 90W saat ini terpantau di Laut China Selatan, tepatnya di 12.1° LU 114.4° BT, dengan kecepatan angin maksimum 30 knots dan tekanan udara minimum 1002 mb.
"Diperkirakan potensi Bibit Siklon Tropis 90W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori kuat," ungkap BMKG dikutip dari laman media sosial resminya, Jumat (14/10/2022).
Baca juga: Ini Beda Siklon Tropis Surigae dan Siklon Tropis Seroja
Kedua, Bibit Siklon Tropis 98W saat ini terpantau di Laut Filipina bagian utara, tepatnya di 16.2° LU 123.8° BT, dengan kecepatan angin maksimum 15 knots dan tekanan udara minimum 1006.9 mb.
"Diperkirakan potensi Bibit Siklon Tropis 98W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Rendah," papar BMKG.
Lihat Juga :