PDIP Vs Nasdem Memanas, Akankah Berujung Reshuffle Kabinet?
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Menterinya Diisukan Bakal Diganti, Nasdem: Masa Kita Mau Marah?
Dia menjelaskan, Partai Nasdem dalam memilih capres tidak sekadar menunjuk petugas partai tapi juga memberikan keleluasaan bagi sang capres yang diusung untuk memilih cawapresnya. "Nah, untuk 2024 ke 2029 tentu Partai NasDem butuh waktu yang cepat, supaya bisa menemukan figur terbaik untuk memimpin bangsa Indonesia ke depan. NasDem mencari pemimpin nasional bukan sekadar petugas partai," katanya.
Bestari juga menegaskan Anies Baswedan tidak ada kaitannya dengan koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin saat ini. "Perlu digarisbawahi Anies itu untuk periode 2024-2029. Jadi, tidak ada kaitannya dengan koalisi hari ini, karena 2024 tongkat estafet perlu diberikan kepada yang lain," kata Bestari.
Relawan pendukung Jokowi pun mendesak dilakukannya perombakan atau reshuffle kabinet. Presiden Jokowi pun memberi sinyal akan adanya reshuffle kabinet.
Baca juga: Nasdem Gerah Kena Sindir Hasto soal Deklarasi Anies Baswedan
Menteri Nasdem menjadi perhatian usai deklarasi pencapresan Anies Baswedan. "Rencana selalu ada (reshuffle). Pelaksanaan nanti diputuskan," ujar Jokowi di Stasiun Kereta Cepat Indonesia China di Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (13/10/2022).
Sekadar diketahui, Partai Nasdem memiliki tiga jatah kursi di Kabinet Jokowi-Ma’ruf. Mereka adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Lalu, apakah perseteruan antara elite kedua parpol itu berujung pada reshuffle kabinet atau berimbas pada jatah kursi menteri Nasdem?
Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam menilai saling sindir elite kedua parpol itu merupakan bentuk rivalitas politik antara Nasdem dengan PDIP terkait Pilpres 2024. “Nasdem dan PDIP sama-sama berkepentingan dalam suksesi Pilpres 2024, apalagi telah terlihat kemungkinan akan berbeda dalam poros politik nanti,” kata Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Kamis (13/10/2022).
Baca: Makin Panas! Nasdem ke PDIP: Kami Tunjuk Anies sebagai Capres, Bukan Petugas Partai
Dia melihat deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024 oleh Nasdem berdampak pada eskalasi perpolitikan Tanah Air. Arif menilai Nasdem terbilang berani mendeklarasikan Anies Baswedan. “Hal ini karena kita tahu Anies merupakan sosok yang selama ini dianggap sebagai kontra pemerintah,” tutur Arif.
Sementara itu, Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai tudingan Hasto mengenai Nasdem yang sudah tidak lagi sejalan dengan pemerintahan Jokowi karena mendeklarasikan Anies Baswedan sangat tidak mendasar.
Dia menjelaskan, Partai Nasdem dalam memilih capres tidak sekadar menunjuk petugas partai tapi juga memberikan keleluasaan bagi sang capres yang diusung untuk memilih cawapresnya. "Nah, untuk 2024 ke 2029 tentu Partai NasDem butuh waktu yang cepat, supaya bisa menemukan figur terbaik untuk memimpin bangsa Indonesia ke depan. NasDem mencari pemimpin nasional bukan sekadar petugas partai," katanya.
Bestari juga menegaskan Anies Baswedan tidak ada kaitannya dengan koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin saat ini. "Perlu digarisbawahi Anies itu untuk periode 2024-2029. Jadi, tidak ada kaitannya dengan koalisi hari ini, karena 2024 tongkat estafet perlu diberikan kepada yang lain," kata Bestari.
Relawan pendukung Jokowi pun mendesak dilakukannya perombakan atau reshuffle kabinet. Presiden Jokowi pun memberi sinyal akan adanya reshuffle kabinet.
Baca juga: Nasdem Gerah Kena Sindir Hasto soal Deklarasi Anies Baswedan
Menteri Nasdem menjadi perhatian usai deklarasi pencapresan Anies Baswedan. "Rencana selalu ada (reshuffle). Pelaksanaan nanti diputuskan," ujar Jokowi di Stasiun Kereta Cepat Indonesia China di Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (13/10/2022).
Sekadar diketahui, Partai Nasdem memiliki tiga jatah kursi di Kabinet Jokowi-Ma’ruf. Mereka adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Lalu, apakah perseteruan antara elite kedua parpol itu berujung pada reshuffle kabinet atau berimbas pada jatah kursi menteri Nasdem?
Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam menilai saling sindir elite kedua parpol itu merupakan bentuk rivalitas politik antara Nasdem dengan PDIP terkait Pilpres 2024. “Nasdem dan PDIP sama-sama berkepentingan dalam suksesi Pilpres 2024, apalagi telah terlihat kemungkinan akan berbeda dalam poros politik nanti,” kata Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Kamis (13/10/2022).
Baca: Makin Panas! Nasdem ke PDIP: Kami Tunjuk Anies sebagai Capres, Bukan Petugas Partai
Dia melihat deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024 oleh Nasdem berdampak pada eskalasi perpolitikan Tanah Air. Arif menilai Nasdem terbilang berani mendeklarasikan Anies Baswedan. “Hal ini karena kita tahu Anies merupakan sosok yang selama ini dianggap sebagai kontra pemerintah,” tutur Arif.
Sementara itu, Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai tudingan Hasto mengenai Nasdem yang sudah tidak lagi sejalan dengan pemerintahan Jokowi karena mendeklarasikan Anies Baswedan sangat tidak mendasar.
Lihat Juga :