Sinergi PSMTI dan Lemhannas Terkait Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan
Kamis, 13 Oktober 2022 - 09:30 WIB
loading...
PSMTI bekerja sama dengan Lemhannas RI dalam rangka pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai (Taplai) Kebangsaan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional Indonesia (Lemhannas) RI dalam rangka pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai (Taplai) Kebangsaan. Kerja sama tersebut ditandatangai dengan notai kesepahaman (MoU)
Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto menjelaskan, kerja sama tersebut dilakukan untuk membuat satu kolaborasi, agar pemerintah bisa memiliki jejaring kerja dengan organisasi-organisasi yang ada di masyarakat, termasuk PSMTI.
"Diharapkan dapat memanfaatkan jejaring yang dimiliki PSMTI dan kita bisa saling melihat apa yang dilakukan satu sektor dengan sektor yang lain,” ungkap Andi dalam keterangannya, Selasa (11/10/2022).
Andi menjelaskan, selama ini Lemhannas RI setiap tahun mendidik dua angkatan, yakni PPRA dan PSA sebanyak 200 peserta dari TNI, Polri, ASN dan Swasta yang jumlahnya kekinian masih minim untuk menyiapkan kader Pemimpin Bangsa. Untuk itu, dibutuhkan lebih banyak kolaborasi melalui pelatihan Taplai Kebangsaan untuk kurun waktu dua minggu.
Sehingga kata dia, bisa menghasilkan jauh lebih banyak kader melalui kolaborasi dengan berbagai unsur organisasi dibidang Pendidikan, Media, Pesantren, Enterpreneurship, asosiasi, salah satunya dengan PSMTI.
Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto menjelaskan, kerja sama tersebut dilakukan untuk membuat satu kolaborasi, agar pemerintah bisa memiliki jejaring kerja dengan organisasi-organisasi yang ada di masyarakat, termasuk PSMTI.
"Diharapkan dapat memanfaatkan jejaring yang dimiliki PSMTI dan kita bisa saling melihat apa yang dilakukan satu sektor dengan sektor yang lain,” ungkap Andi dalam keterangannya, Selasa (11/10/2022).
Andi menjelaskan, selama ini Lemhannas RI setiap tahun mendidik dua angkatan, yakni PPRA dan PSA sebanyak 200 peserta dari TNI, Polri, ASN dan Swasta yang jumlahnya kekinian masih minim untuk menyiapkan kader Pemimpin Bangsa. Untuk itu, dibutuhkan lebih banyak kolaborasi melalui pelatihan Taplai Kebangsaan untuk kurun waktu dua minggu.
Sehingga kata dia, bisa menghasilkan jauh lebih banyak kader melalui kolaborasi dengan berbagai unsur organisasi dibidang Pendidikan, Media, Pesantren, Enterpreneurship, asosiasi, salah satunya dengan PSMTI.
Lihat Juga :