Gubernur Lemhannas Sebut Kolaborasi Antarnegara Kunci Hadapi Krisis Global
Rabu, 12 Oktober 2022 - 17:08 WIB
loading...
Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto mengatakan, kolaborasi antarnegara kunci menghadapi krisis global. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi dan situasi geopolitik yang makin memanas berdampak pada rantai pasok global. Dibutuhkan kolaborasi kepemimpinan untuk mengatasi persoalan ini dan memperbaiki ekosistem konektivitas tersebut.
Hal itu disampaikan Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto saat membuka Seminar Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXIV Lemhanas RI Tahun 2022 bertajuk “Kolaborasi Kepemimpinan G20: Konektivitas dan Rantai Pasok Global” di Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022
Andi menjelaskan, sebagai tuan rumah Presidensi G20, Indonesia punya peran penting memimpin kolaborasi agar potensi-potensi krisis dapat segera dieliminasi. Situasi global saat ini telah memicu krisis pada tiga sektor yaitu, pangan, energi, dan finansial.
Baca juga: Jokowi Minta Lemhannas Buat Kajian Antisipasi Krisis Pangan, Energi, dan Keuangan
Secara simultan, hal ini juga diperparah dengan meningkatnya tensi geopolitik yang disebabkan perang antara Rusia dengan Ukraina. Imbasnya muncul ketidakpastian yang dapat memicu resesi global dan mempersulit upaya pemulihan ekonomi paska pandemi.
“Seperti yang diungkapkan Presiden Joko Widodo bahwa tahun ini merupakan tahun yang berat, dan tahun depan akan menjadi tahun yang gelap. Saat Indonesia menerima mandat sebagai tuan rumah G20 tahun ini, fokus kita adalah bagaimana mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi. Saat amanat Presidensi G20 dijalankan, muncul situasi geopolitik yang membuat dunia makin keras,” ungkapnya.
Baca juga: Perang Rusia Ukraina Akan Lama, Jokowi Soroti Krisis Pangan, Energi hingga Keuangan
Hal itu disampaikan Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto saat membuka Seminar Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXIV Lemhanas RI Tahun 2022 bertajuk “Kolaborasi Kepemimpinan G20: Konektivitas dan Rantai Pasok Global” di Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022
Andi menjelaskan, sebagai tuan rumah Presidensi G20, Indonesia punya peran penting memimpin kolaborasi agar potensi-potensi krisis dapat segera dieliminasi. Situasi global saat ini telah memicu krisis pada tiga sektor yaitu, pangan, energi, dan finansial.
Baca juga: Jokowi Minta Lemhannas Buat Kajian Antisipasi Krisis Pangan, Energi, dan Keuangan
Secara simultan, hal ini juga diperparah dengan meningkatnya tensi geopolitik yang disebabkan perang antara Rusia dengan Ukraina. Imbasnya muncul ketidakpastian yang dapat memicu resesi global dan mempersulit upaya pemulihan ekonomi paska pandemi.
“Seperti yang diungkapkan Presiden Joko Widodo bahwa tahun ini merupakan tahun yang berat, dan tahun depan akan menjadi tahun yang gelap. Saat Indonesia menerima mandat sebagai tuan rumah G20 tahun ini, fokus kita adalah bagaimana mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi. Saat amanat Presidensi G20 dijalankan, muncul situasi geopolitik yang membuat dunia makin keras,” ungkapnya.
Baca juga: Perang Rusia Ukraina Akan Lama, Jokowi Soroti Krisis Pangan, Energi hingga Keuangan
Lihat Juga :