Hindari Hate Speech, TGB Minta Para Khatib Tak Politisasi Agama
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 07:33 WIB
loading...
Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo TGB HM Zainul Majdi berpesan kepada para khatib Indonesia, untuk menghindari dampak negatif politik identitas. Foto/MPI/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Ketua Harian Nasional DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi berpesan kepada para khatib Indonesia, untuk menghindari dampak negatif politik identitas. Dengan cara tidak mempolitisir agama saat melakukan khotbah di ruang publik.
"Hindari tasyisuddin alias mempolitisir agama, tapi prinsip Islamnya yang harus dimunculkan yaitu keadilan. Hindari hate speech/khitobul karahiyah, munculkan khitobul mahabbah/ujaran kasih sayang," kata TGB dalam acara talkshow Khatib bertema Menolak Politik Identitas di Asrama Haji, Jakarta, Kamis (6/10/2022).
Baca juga: TGB Sebut Kondusifitas Keberagaman adalah Rahmat Allah
Pada talkshow yang digelar oleh Wadah Silaturohim Khatib Indonesia (Wasathi), TGB mengingatkan bahwa pada dasarnya peran khatib atau pendakwah adalah memegang amanah nabi. Sehingga peranan tersebut minimal harus dikembalikan secara utuh nilai-nilainya dan tidak boleh berkurang.
"Masjid memiliki fitrahnya untuk membersihkan batin/jiwa seorang muslim, sehingga jangan sampai umat Islam keluar dari masjid malah panas hati sumpek pikirannya karena mendengar khotbah atau ceramah yang isinya adalah kebisingan politik," jelas TGB.
"Hindari tasyisuddin alias mempolitisir agama, tapi prinsip Islamnya yang harus dimunculkan yaitu keadilan. Hindari hate speech/khitobul karahiyah, munculkan khitobul mahabbah/ujaran kasih sayang," kata TGB dalam acara talkshow Khatib bertema Menolak Politik Identitas di Asrama Haji, Jakarta, Kamis (6/10/2022).
Baca juga: TGB Sebut Kondusifitas Keberagaman adalah Rahmat Allah
Pada talkshow yang digelar oleh Wadah Silaturohim Khatib Indonesia (Wasathi), TGB mengingatkan bahwa pada dasarnya peran khatib atau pendakwah adalah memegang amanah nabi. Sehingga peranan tersebut minimal harus dikembalikan secara utuh nilai-nilainya dan tidak boleh berkurang.
"Masjid memiliki fitrahnya untuk membersihkan batin/jiwa seorang muslim, sehingga jangan sampai umat Islam keluar dari masjid malah panas hati sumpek pikirannya karena mendengar khotbah atau ceramah yang isinya adalah kebisingan politik," jelas TGB.
Lihat Juga :