Komnas HAM: Mayoritas Korban Tragedi Kanjuruhan Alami Patah Tulang

Kamis, 06 Oktober 2022 - 06:04 WIB
loading...
Komnas HAM: Mayoritas...
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Komnas HAM menyatakan mayoritas korban Tragedi Kanjuruhan Malang mengalami luka patah tulang mulai dari kaki hingga rahang. Hal ini diketahui setelah Komnas HAM mendapatkan dokumentasi kondisi korban akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan saat menyambangi Malang sejak Senin, 3 Oktober 2022.

"Kondisi luka ini macam-macam, ada yang kaki patah, ahang patah, memar dan sebagainya," ungkap Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam melalui tayangan video, Kamis (6/10/2022).

Anam mendapatkan dokumentasi kondisi korban tewas akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan saat menyambangi Malang sejak Senin, 3 Oktober 2022. Anam juga telah bertemu dengan korban luka yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Mereka menceritakan bagaimana kondisinya. Ada yang beberapa memprihatinkan karena kena gas air mata, matanya sangat merah," ujarnya. Baca: 31 Anggota Polisi Diperiksa Propam dan Irwasum Polri Terkait Tragedi Kanjuruhan

"Kami bertemu dengan salah satu korban, peristiwa hari Sabtu, selanjutnya Minggu, Senin bertemu dengan kami. Senin itu baru bisa melihat, sebelumnya enggak bisa melihat, matanya sakit kalau dibuka, dadanya perih, sesak napas, tenggorokannya perih," sambungnya.

Untuk diketahui, Komnas HAM menerjunkan tim investigasi untuk menyelidiki tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menegaskan ratusan jiwa. Tim investigasi tersebut diterjunkan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran HAM dalam peristiwa tersebut.

Sekadar informasi, ratusan orang meninggal dunia buntut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu, 1 Oktober 2022, malam.

(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Yusril: Fungsi Pengawasan...
Yusril: Fungsi Pengawasan dan Penegakan Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Guru Tewas Diserang...
Guru Tewas Diserang KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Emosional Bahas Child Grooming, Singgung Kasus Aurelie Moeremans
Rekomendasi
Apa Itu Longevity? Gaya...
Apa Itu Longevity? Gaya Hidup Sehat yang Mulai Tren di Indonesia
Penampakan Razman Nasution...
Penampakan Razman Nasution Pakai Peci dan Sarung saat Dijebloskan ke Lapas Cipinang
Mutasi Polri, AKBP Rulian...
Mutasi Polri, AKBP Rulian Syauri Jabat Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Jadi Kapolres Bekasi Kota
Berita Terkini
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Infografis
Pakar: Israel Tutupi...
Pakar: Israel Tutupi Jumlah Korban Tewas Tentara Sebenarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved