ATVSI Minta Kominfo Tunda ASO Jabodetabek, Ini Alasannya
Rabu, 05 Oktober 2022 - 10:13 WIB
loading...
Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI)meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunda Analog Switch Off (ASO) atau penghentian siaran TV analog di Jabodetabek. Foto/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI)meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunda Analog Switch Off (ASO) atau penghentian siaran TV analog di Jabodetabek. ATVSI beralasan sebagian masyarakat belum siap.
"Alasan kita melihat bahwa ketidaksiapan masyarakat Jabodetabek," ujar Ketua ATVSI Syafril Nasution saat dihubungi ANTARA, Selasa (5/10/2022).
Kominfo memutuskan untuk memundurkan waktu pelaksanaan ASO di Jabodetabek dari 5 Oktober 2022 menjadi 2 November 2022. Penundaan tersebut dilakukan atas permintaan dari ATVSI.
Syafril mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh AC Nielsen pada 1 Oktober 2022, tercatat baru 43% warga DKI Jakarta yang siap untuk bermigrasi dari TV analog ke TV digital. Survei tersebut, kata dia, dilakukan secara acak kepada masyarakat Jakarta, baik yang menonton tv menggunakan antena (free to air) ataupun menggunakan parabola (pay tv).
Berdasarkan survei tersebut, masih ada 57% warga Ibu Kota yang belum siap bermigrasi ke tv digital. Syafril menilai jika cakupan ASO adalah Jabodetabek dan bukan hanya Jakarta maka persentase warga yang belum siap berpindah ke TV digital diyakini akan semakin besar.
Syafril khawatir apabila penghentian siaran analog di Jabodetabek tetap dilaksanakan pada 5 Oktober, akan banyak masyarakat yang tidak bisa lagi menonton televisi lantaran belum siap beralih ke digital.
"Kita melihat kalau ini seperti itu, kita juga khawatir masyarakat tiba-tiba tidak bisa menonton televisi. Kalau masyarakat tidak bisa menonton televisi karena kita matikan semua ASO itu besok, apa jadinya?" tanya dia.
"Alasan kita melihat bahwa ketidaksiapan masyarakat Jabodetabek," ujar Ketua ATVSI Syafril Nasution saat dihubungi ANTARA, Selasa (5/10/2022).
Kominfo memutuskan untuk memundurkan waktu pelaksanaan ASO di Jabodetabek dari 5 Oktober 2022 menjadi 2 November 2022. Penundaan tersebut dilakukan atas permintaan dari ATVSI.
Syafril mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh AC Nielsen pada 1 Oktober 2022, tercatat baru 43% warga DKI Jakarta yang siap untuk bermigrasi dari TV analog ke TV digital. Survei tersebut, kata dia, dilakukan secara acak kepada masyarakat Jakarta, baik yang menonton tv menggunakan antena (free to air) ataupun menggunakan parabola (pay tv).
Berdasarkan survei tersebut, masih ada 57% warga Ibu Kota yang belum siap bermigrasi ke tv digital. Syafril menilai jika cakupan ASO adalah Jabodetabek dan bukan hanya Jakarta maka persentase warga yang belum siap berpindah ke TV digital diyakini akan semakin besar.
Syafril khawatir apabila penghentian siaran analog di Jabodetabek tetap dilaksanakan pada 5 Oktober, akan banyak masyarakat yang tidak bisa lagi menonton televisi lantaran belum siap beralih ke digital.
"Kita melihat kalau ini seperti itu, kita juga khawatir masyarakat tiba-tiba tidak bisa menonton televisi. Kalau masyarakat tidak bisa menonton televisi karena kita matikan semua ASO itu besok, apa jadinya?" tanya dia.
Lihat Juga :