alexametrics

Anggap Wajar Jokowi Marah, Masinton PDIP: Pemerintahan Gagap Hadapi Covid-19

loading...
Anggap Wajar Jokowi Marah, Masinton PDIP: Pemerintahan Gagap Hadapi Covid-19
Politikus PDIP Masinton Pasaribu. Foto: SINDOnews/Rico Alfrido Simanjuntak
A+ A-
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu menilai wajar kemarahan Presiden Jokowi kepada para pembantunya. Sebab, kata dia, pemimpin pemerintahan negara lain pun bisa melakukan hal yang sama ketika mengevaluasi kabinet.

"Kemarahan itu bagi saya wajar. Wajar itu karena semua pemimpin, presiden, sebagai kepala pemerintahan melakukan hal yang sama, yaitu mengingatkan para anggota kabinetnya, bukan hanya di Indonesia saya rasa," kata Masinton dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk Menanti Perombakan Kabinet, Sabtu (4/7/2020).

(Baca: Terus Dukung Pemerintahan Jokowi, PDIP: Wabah Corona Masalah Bersama)

Masinton mengatakan, Pandemi Covid-19 telah membuka kotak Pandora tentang bagaimana sebenarnya tata kelola pemerintahan di Indonesia. "Nah ternyata dalam kita mengatasi dan menangani situasi yang semua di luar perkiraan kita, kita gagap," katanya.



Dia melanjutkan, pemerintah gagap karena belum memiliki formula manajemen bencana. "Kita hanya mengenal kata disaster management, penanganan dalam situasi darutat, tapi implementasinya gagal kita dalam menerapkan itu," ujarnya.

(Baca: PDIP Siap Pasang Badan Dukung Pemerintahan Jokowi Atasi Covid-19)



Dia melihat, ketika terjadi bencana di satu daerah, pemerintah pusat dan daerah gagal. "Yang jadi korban siapa? Masyarakat, data berantakan. Jadi saya sependapat dengan semua narasumber. Baik yang di partai pemerintah, oposisi, maupun pengamat, karena persoalan ini kita memang tidak siap. Tata kelola pemerintahan kita, bukan hanya saat ini. Puncak dari seluruh persoalan yang memang kita gagap dalam menangani itu," pungkasnya.
(muh)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak