Mengulik Kabar Ambisi Jenderal TNI Benny Moerdani Ingin Jadi Wapres Dampingi Soeharto
Senin, 03 Oktober 2022 - 05:24 WIB
loading...
Menjelang Sidang Umum MPR Maret 1988, beredar kabar bahwa Jenderal TNI LB Moerdani sangat ingin mendampingi Soeharto sebagai Wakil Presiden (Wapres). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menjelang Sidang Umum MPR Maret 1988, beredar kabar bahwa Jenderal TNI LB Moerdani sangat ingin mendampingi Soeharto sebagai Wakil Presiden (Wapres). Untuk memuluskan maksud ini, Jenderal Benny Moerdani, sebagai Panglima ABRI, menyusun berbagai rencana.
"Salah satu strateginya adalah menjadikan Fraksi ABRI di MPR sebagai lokomotif pencalonan dirinya," seperti dikutip SINDOnews dari buku Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Konflik dan Integrasi TNI AD halaman 73, Senin (3/10/2022).
Rencana Jenderal Benny Moerdani untuk menjadi Wapres tercium dan berhasil digagalkan oleh Soeharto. Pada 24 Februari 1988, sebelum Sidang MPR digelar, Soeharto melakukan pergantian Panglima ABRI dari Jenderal Benny Moerdani kepada Jenderal Try Sutrisno.
Baca juga: Di Balik Konflik Jenderal M Yusuf Versus LB Moerdani
Pergantian ini menyebabkan dukungan terhadap Jenderal Benny Moerdani berkurang dan akhirnya ia gagal menjadi Wapres. Jika tidak diganti, Jenderal Benny Moerdani sebagai Panglima ABRI dapat memaksa Letjen Bambang Triantoro, Ketua Fraksi ABRI di MPR, untuk mengajukan namanya sebagai Cawapres.
Namun rencana itu tidak berhasil dan Soeharto mengangkat Sudharmono menjadi Wapres. Nuansa kenginan Jenderal Benny Moerdani menjadi Wapres dapat dibaca pada Memoar Sudharmono. Benny tidak setuju pada Sudharmono dan tersirat keinginannya menjadi Wapres.
Seperti diketahui, jabatan Pangkopkamtib dan Kepala BAIS tidak diserahterimakan oleh Jenderal Benny kepada Jenderal Try Sutrisno pada tahun 1988. Jenderal Try Sutrisno tidak berani mengambilalihnya.
"Salah satu strateginya adalah menjadikan Fraksi ABRI di MPR sebagai lokomotif pencalonan dirinya," seperti dikutip SINDOnews dari buku Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Konflik dan Integrasi TNI AD halaman 73, Senin (3/10/2022).
Rencana Jenderal Benny Moerdani untuk menjadi Wapres tercium dan berhasil digagalkan oleh Soeharto. Pada 24 Februari 1988, sebelum Sidang MPR digelar, Soeharto melakukan pergantian Panglima ABRI dari Jenderal Benny Moerdani kepada Jenderal Try Sutrisno.
Baca juga: Di Balik Konflik Jenderal M Yusuf Versus LB Moerdani
Pergantian ini menyebabkan dukungan terhadap Jenderal Benny Moerdani berkurang dan akhirnya ia gagal menjadi Wapres. Jika tidak diganti, Jenderal Benny Moerdani sebagai Panglima ABRI dapat memaksa Letjen Bambang Triantoro, Ketua Fraksi ABRI di MPR, untuk mengajukan namanya sebagai Cawapres.
Namun rencana itu tidak berhasil dan Soeharto mengangkat Sudharmono menjadi Wapres. Nuansa kenginan Jenderal Benny Moerdani menjadi Wapres dapat dibaca pada Memoar Sudharmono. Benny tidak setuju pada Sudharmono dan tersirat keinginannya menjadi Wapres.
Seperti diketahui, jabatan Pangkopkamtib dan Kepala BAIS tidak diserahterimakan oleh Jenderal Benny kepada Jenderal Try Sutrisno pada tahun 1988. Jenderal Try Sutrisno tidak berani mengambilalihnya.
Lihat Juga :