Aspek Kehalalan Jadi Spirit Pembangunan Ketahanan Pangan

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 20:09 WIB
loading...
Aspek Kehalalan Jadi Spirit Pembangunan Ketahanan Pangan
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Nasional/National Food Agency (NFA) Andriko Noto Susanto mengatakan bahwa aspek kehalalan pangan menjadi spirit dalam pembangunan ketahanan pangan. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Nasional/National Food Agency (NFA) Andriko Noto Susanto mengatakan bahwa aspek kehalalan pangan menjadi spirit dalam pembangunan ketahanan pangan , termasuk di dalamnya aspek keamanan pangan . Pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat, kata dia, seyogianya tidak bertentangan dengan agama dan keyakinan.

“Aspek kehalalan pangan merupakan bagian dari keamanan pangan yang menjadi penopang ketahanan pangan kita. Selain itu, jaminan produk halal memiliki urgensi yang kuat. Saat ini halal sudah menjadi lifestyle masyarakat global,” ujar Andriko saat menjadi Keynote Speaker dalam International Conference on Indonesia and Global Affairs (ICIGA) yang diselenggarakan Rumah Produktif Indonesia bekerja sama dengan Perpusnas Press dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) pada Kamis (29/9/2022).

Dia melanjutkan, Indonesia memiliki potensi pasar pangan halal yang besar, dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan proprosi penduduk muslim mencapai 12,8 persen dari total penduduk dunia. Urgensi jaminan produk halal telah diakui dalam forum perdagangan dunia (WTO).

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, BIN dan PMI Tanam Jagung di Lahan 250 Hektare



Pada 2030 populasi muslim dunia diperkirakan mencapai 26 persen dan pangsa produk Asia-Pasifik mencapai 62 persen. Kini, halal telah menjadi gaya hidup masyarakat global.

Berkembangnya industri halal akan mendorong tumbuhnya ekonomi syariah. Sekadar informasi, ICIGA merupakan acara yang diselenggarakan secara hybrid atau online sebagai forum untuk mendiseminasi gagasan terkait berbagai topik G20 sebagai masukan kepada Presidensi G20 Indonesia 2022.

Sebanyak 150 penulis dari berbagai latar belakang berkontribusi dalam penerbitan buku G20 Recover Together Recover Stronger dalam 4 jilid yang diterbitkan oleh Perpusnas Press.
(rca)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1257 seconds (10.101#12.26)