Polarisasi Diprediksi Terjadi di Pilpres 2024, Pengamat: Prabowo Jadi Solusi

Jum'at, 30 September 2022 - 18:41 WIB
loading...
Polarisasi Diprediksi Terjadi di Pilpres 2024, Pengamat: Prabowo Jadi Solusi
Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat acara penyerahan 40 unit kendaraan bermotor dari Kementerian Pertahanan kepada Kodim 1503/Tual. Foto: BPMI Setpres
A A A
JAKARTA - Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro memprediksi pembelahan masyarakat atau polarisasi terjadi pada Pilpres 2024 . Hal tersebut disebabkan basis pemilih Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo jelas-jelas berbeda dari segi ideologi.

Maka itu, sosok yang berada di tengah-tengah dibutuhkan pada Pilpres 2024, sehingga tidak memunculkan polarisasi yang membuat jenuh masyarakat. “Prabowo Subianto bisa jadi sosok yang berada di tengah dalam Pilpres 2024,” ujar Bawono Kumoro, Jumat (30/9/2022).

Dia juga menilai Prabowo memiliki bekal yang baik untuk mencalonkan diri di Pilpres 2024, mengingat pengalamannya sebagai Menteri Pertahanan dan kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terjalin dengan baik meski pernah jadi rival di pemilu sebelumnya.

Baca juga: Selama 1,5 Tahun Elektabilitas Prabowo Kokoh di Puncak, Ini Penjelasannya



Hal ini menandakan kedewasaan dalam berpolitik dan menguatkan sosok Prabowo sebagai pemersatu di tengah polarisasi yang terjadi di masyarakat. "Prabowo memiliki kapasitas bagi hal tersebut. Kesediaan dan kebesaran hati untuk bergabung di dalam pemerintahan Presiden Jokowi menjadi salah satu contoh hal tersebut," kata Bawono.

Bawono memaparkan selain dapat menjadi solusi dari risiko polarisasi, loyalitas dan ketulusan Prabowo serta ditambah etos kerja yang baik adalah bekal besar untuk 2024 sebagai sosok yang layak dan mumpuni.

"Ia telah membuktikan kinerja dan kesetiaan terhadap presiden selama menjadi Menteri Pertahanan di dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin," kata Bawono.
(rca)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1805 seconds (10.55#12.26)