Nasdem Ingin Deklarasi 10 November, Demokrat Siap Menyesuaikan

Kamis, 29 September 2022 - 16:23 WIB
loading...
Nasdem Ingin Deklarasi 10 November, Demokrat Siap Menyesuaikan
Herzaky Mahendra Putra menyatakan sejauh ini komunikasi Demokrat dengan Nasdem maupun PKS tetap terjalin dengan baik. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Partai Nasdem mengungkapkan rencana deklarasi koalisi sekaligus pengumuman capres 2024 pada momentum Hari Pahlawan. Partai Demokrat pun menyatakan siap menyesuaikan

"Kita pembicaraan ada kesepahaman di dalam. Mengenai masalah tanggal dan waktu itu menjadi salah satu opsi setelah semua kesepakatan kita selesaikan dulu. Karena kita inginnya begitu deklarasi, koalisi yang kami bentuk langsung genjot habis-habisan," ujar Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, Kamis (29/9/2022).

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat itu berharap setelah deklarasi tidak perlu lagi ada penyesuaian visi dan misi di antara partai yang berkoalisi.

Baca juga: Tiga Parpol Bentuk Koalisi Pilpres, Demokrat Beri Bocoran soal Kawan Koalisinya

"Jadi tidak ada lagi diskusi-diskusi mengenai visi misi, program kerja, ini itu tidak perlu. Jadi sudah langsung sosialisasi. Bahwa koalisi ini akan memperjuangkan perubahan dan perbaikan, ini sosok capresnya, ini sosok cawapresnya. Silakan ini rekam jejaknya, rakyat Indonesia silakan mempelajari. Kalau merasa cocok pas dengan semangat ini mari bersama-sama kita. Tapi kalau enggak silakan ada pilihan lain," ungkap Herzaky.

Sejauh ini, kata Herzaky, komunikasi dengan Nasdem maupun PKS tetap terjalin dengan baik. "Komunikasi iya, kita tiap minggu ada komunikasinya. Dengan teman-teman yang mewakili itu ada, kemudian menjadi opsi bahwa kita ada deklarasi, misalnya usulan dari teman-teman Nasdem itu ada November, ya itu menjadi salah satu opsi memang juga dibicarakan," ungkapnya.

Didesak soal deklarasi, Herzaky kembali menyatakan siap menyesuaikan. "Tetapi kalau bagi kami, ya kita ingin deklarasi nya semua sudah selesai, kalau misalnya November. Tapi kalau ternyata Oktober sudah clear kenapa tidak. Tapi kalau November belum ini, Desember misalnya ya gak apa-apa juga. Misalkan sembari menunggu verifikasi partai politik selesai, kan boleh saja. Jadi ini kita mendalami semua," lanjut Herzaky.

"Tapi memang ada wacana kenapa 10 November karena ini hari Pahlawan. Kalau kami saat ini fokus pada kriteria, program-program, kalau mengenai nama dan tanggal deklarasi kami bisa menyesuaikan. Karena yang namanya koalisi harus saling kompromi menyesuaikan. Tapi lagi-lagi kita harus sepakati dulu beberapa hal krusial yang harus kita selesaikan juga," kata dia.



Sebelumnya, Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan segera mengumumkan koalisi dan capres yang diusung untuk Pilpres 2024 pada 10 November 2022. Meskipun demikian Willy Aditya menyebutkan peluang mundurnya tanggal deklarasi bisa disebabkan karena kesepakan koalisi tidak tercapai.

“Syarat sahnya yang pertama, terbentuk koalisi pengusung yang mencukupi untuk seseorang kandidat diberangkatkan. Itu poin paling fundamental,” ujar Willy Aditya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, (28/9/2022) lalu.

Partai Nasional Demokrat dan calon mitra koalisinya mesti membangun kesepahaman antar partai. Ia menyebut Partai Nasdem masih berkomunikasi intensif dengan Partai Demokrat dan PKS terkait nama capres-cawapres.

“Namanya masih lonjong, belum bulat. Apalagi pasangannya. Tentunya kami kedepankan rasionalitas dalam proses kandidasi ini,” tutup Willy.
(muh)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1373 seconds (10.177#12.26)