Sejarah G30S PKI: Latar Belakang, Tujuan, dan Kronologinya

Kamis, 29 September 2022 - 11:47 WIB
loading...
Sejarah G30S PKI: Latar...
Diorama kekejaman PKI di Museum Lubang Buaya. Foto/ISTIMEWA
A A A
JAKARTA - G30S PKI memiliki sejarah, latar belakang, dan tujuan yang patut diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tragedi dua hari satu malam ini berdampak besar terhadap perjalanan bangsa Indonesia ke depan.

Istilah G30S PKI merujuk pada gerakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 30 September 1965. Gerakan ini menyebabkan korban di kalangan petinggi militer dan sipil. Sebanyak 10 perwira tewas dalam peristiwa tersebut, yakni Letjen Ahmad Yani, Mayjen R Suprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, Lettu Piere Tendean, Brigadir Polisi KS Tubun, Kolonel Katamso, dan Letkol Sugiono. Sementara satu korban tewas dari warga sipil adalah adalah Ade Irma Suryani, putri Jenderal AH Nasution yang berhasil selamat dari penculikan yang dilakukan PKI.

PKI merupakan salah satu partai resmi di Indonesia. Partai berpaham komunis ini telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan buku berjudul Kehancuran Golongan Komunis di Indonesia (Abdul Syukur, 2008), cikal bakal PKI adalah serikat buruh bernama Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) yang dibentuk oleh Hendricus Josephus Fransiscus Marie Sneevliet dan koleganya. Anggotanya adalah 85 orang Belanda yang bekerja di pelabuhan-pelabuhan Hindia Belanda.

Baca juga: Pangkat Terakhir 7 Pahlawan Revolusi Setelah Mendapatkan Penghargaan Anumerta

ISDV memperkenalkan ide-ide Marxis kepada pribumi, terutama buruh, untuk menentang kolonial. Dalam perkembangannya, penyebaran Marxisme juga menyasar intelektual, agamawan, hingga kaum nasionalis.

Belanda melihat organisasi ini sebagai ancaman, sehingga memulangkan para pentolan ISDV ke Belanda, termasuk Sneevliet pada 1918. Sneevliet meninggalkan 400 anggota ISDV di Hindia Belanda yang mayoritas adalah orang pribumi.

Sepeninggal Sneevliet, anggota ISDV kemudian mendirikan Perserikatan Komunis di Hindia (PKH) pada 1920. Sebagai ketua adalah Semaun dan wakil ketua Darsono. Pada 1924, PKH mengubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) dan meresmikan posisinya sebagai organisasi politik yang bertujuan dalam perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Meski berpaham komunitas, nyatanya PKI cukup diterima oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan buku Sejarah Indonesia Modern (MC Ricklefs, 2004), pada Pemilu 1955, dari 39 juta pemilih, PKI meraih 6.176.914 suara. PKI berada di urutan keempat setelah PNI (8.434.653 suara), Masyumi (7.903.886 suara), NU (6.955.141 suara). Dengan perolehan suara itu, PKI berhasil menempatkan 39 wakilnya duduk di Parlemen.

Baca juga: Cerita 200 Ribu Warga Malang Sesaki Rapat Akbar PKI saat Pemilu 1955

Sejarah G30S PKI
Mengutip Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 28 Tahun 1975, G30S PKI adalah peristiwa pengkhianatan/pemberontakan yang dilancarkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dan atau pengikut-pengikutnya terhadap Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 30 September 1965, termasuk gerakan/kegiatan persiapan serta gerakan kegiatan lanjutannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
TNI AD Turun Perkuat...
TNI AD Turun Perkuat Patroli Antibegal, Kadispenad: Penindakan Tetap Wewenang Polisi
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Rekomendasi
Mengenali Kondisi Kulit...
Mengenali Kondisi Kulit Kini Bisa Dimulai dari Foto Selfie
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
4 Suporter Tewas, Meksiko...
4 Suporter Tewas, Meksiko Perketat Pengamanan Jelang Lawan Inggris
Berita Terkini
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved