Kongres Sarbumusi, Gus Ipul Ajak Buruh Ubah Paradigma Hadapi Tantangan Zaman
Rabu, 28 September 2022 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
"Nenek moyang kita menyebutnya pagebluk. Namun dampaknya luar biasa kita rasakan sekarang. Kedua, Climate Change atau perubahan iklim. Conflict. Contohnya konflik Rusia-Ukraina dengan kroninya masing-masing," tegas Syaiful Bahri dalam sambutannya," sambungnya.
Ketiga hal tersebut, lanjut SBA, harus diantisipasi karena dampaknya ke depan. Pertama, yang sudah dirasakan dan terjadi sekarang inflasi. Kedua, pertumbuhan ekonomi dunia melambat, bahkan ada negara-negara yang gagal.
"Terjadi sulitnya rantai pasok energi dan pangan yang mengakibatkan melonjaknya harga-harga energi dan pangan serta memicu inflasi," tuturnya.
Menurut SBA, Indonesia tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain dalam situasi global seperti sekarang ini. Oleh karena itu Sarbumusi dalam menyikapi hal ini harus paham betul Gerakan ke depan.
Karenanya kata dia, jika tidak paham akan menghambat pertumbuhan ekonomi, menghambat kestabilan sosial, bahkan mungkin bisa memberikan dampak buruk terhadap saudara-saudara kita yang ada di industri.
"Pertama, tawasuth - mencari jalan tengah di mana konteks antara industry dengan kaum buruh, sehingga ada titik temu yang terbaik untuk menyelesaikan. Kedua, tawazzun - keseimbangan dalam memahami persoalan. Ketiga, tasamuh - toleransi, memiliki kelapangan dada dan keluasan pikiran," tutupnya.
Sekadar diketahui, Kongres Akbar ke-6 Sarbumusi yang juga disiarkan langsung melalui Channel YouTube TVNU ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak (Mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa).
Kemudian Perwakilan PWNU Jawa Timur, KH Misbahul Munir; Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang (Mewakili Menteri Ketenagakerjaan); Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdhor Ali; Perwakiilan PBJS Ketenagakerjaan, Yayat Ruhiyat; serta para Ketua-ketua Serikat Pekerja.
Ketiga hal tersebut, lanjut SBA, harus diantisipasi karena dampaknya ke depan. Pertama, yang sudah dirasakan dan terjadi sekarang inflasi. Kedua, pertumbuhan ekonomi dunia melambat, bahkan ada negara-negara yang gagal.
"Terjadi sulitnya rantai pasok energi dan pangan yang mengakibatkan melonjaknya harga-harga energi dan pangan serta memicu inflasi," tuturnya.
Menurut SBA, Indonesia tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain dalam situasi global seperti sekarang ini. Oleh karena itu Sarbumusi dalam menyikapi hal ini harus paham betul Gerakan ke depan.
Karenanya kata dia, jika tidak paham akan menghambat pertumbuhan ekonomi, menghambat kestabilan sosial, bahkan mungkin bisa memberikan dampak buruk terhadap saudara-saudara kita yang ada di industri.
"Pertama, tawasuth - mencari jalan tengah di mana konteks antara industry dengan kaum buruh, sehingga ada titik temu yang terbaik untuk menyelesaikan. Kedua, tawazzun - keseimbangan dalam memahami persoalan. Ketiga, tasamuh - toleransi, memiliki kelapangan dada dan keluasan pikiran," tutupnya.
Sekadar diketahui, Kongres Akbar ke-6 Sarbumusi yang juga disiarkan langsung melalui Channel YouTube TVNU ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak (Mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa).
Kemudian Perwakilan PWNU Jawa Timur, KH Misbahul Munir; Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang (Mewakili Menteri Ketenagakerjaan); Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdhor Ali; Perwakiilan PBJS Ketenagakerjaan, Yayat Ruhiyat; serta para Ketua-ketua Serikat Pekerja.
(maf)
Lihat Juga :