Hasto: Semangat Perjuangan para Founding Fathers Indonesia Harus Jadi Inspirasi

Selasa, 27 September 2022 - 18:56 WIB
loading...
Hasto: Semangat Perjuangan...
Pakar Geopolitik Hasto Kristiyanto menyampaikan pentingnya peran kepala sekolah untuk menggelorakan Indonesia sebagai bangsa yang hebat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pakar Geopolitik Hasto Kristiyanto menyampaikan pentingnya peran kepala sekolah untuk menggelorakan Indonesia sebagai bangsa yang hebat. Apalagi, Presiden ke-1 RI Soekarno atau Bung Karno merupakan pahlawan pembebas bangsa Islam seperti Aljazair, Maroko, Tunisia.

“Bahkan para pejuang awal kemerdekaan negara-negara itu, sempat disewakan rumah oleh Bung Karno di Jalan Serang, Menteng, untuk merancang kemerdekaannya,” ujar Hasto saat kuliah umum bertema "Perspektif Pemikiran Bung Karno dalam Geopolitik dan Penerapan Nilai-nilai Pancasila" di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Astha Hannas, Subang, Jawa Barat, Selasa (27/9/2022).

"Jadi, inilah yang harus kita gelorakan kembali. Dari Kampus Revolusi Mental ini. Bukan hanya melakukan nation and character building, tapi juga mendidik putra putri bangsa Indonesia termasuk camat, para kepala desa, para kepala sekolah, agar memiliki kesadaran terhadap historis bahwa Indonesia lahir dan didesain sebagai pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia," ujar Doktor Ilmu Pertahanan ini.

Baca juga: Lewat Penguasaan Iptek, Indonesia Bisa Jadi Pemimpin di Tingkat Dunia

Sekjen PDIP ini merasa bangga bisa bertemu dengan para kepala sekolah. Sebab, bagi Hasto, kepemimpinan Indonesia diawali dan digelorakan dari sekolah-sekolah, dari anak-anak didik yang memiliki semangat untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya.

"Kunci kepemimpinan Indonesia diawali dan digelorakan dari sekolah-sekolah. Dari anak-anak didik menggelorakan bangsa Indonesia adalah bangsa hebat," tutur Hasto.

Baca juga: Sekjen PDIP: Indonesia Harus Menggembleng Diri sebagai Bangsa Maritim

Karena itu setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, ucap Hasto, hanya dalam beberapa tahun setelah revolusi fisik dan berjuang mendapat kedaulatan penuh atas revolusi nasional, pada 1955 Indonesia sudah berhasil mengadakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung.

"KAA ini bukan konferensi sembarangan. Ini adalah suatu konferensi yang menyatakan sikap Indonesia terhadap kemerdekaan bagi bangsa-bangsa terjajah. Ini adalah sikap Indonesia atas kepemimpinan Indonesia agar kemerdekaan Indonesia kemudian membangun persaudaraan dunia," imbuh Hasto.

Ternyata pascakonferensi itu, kata Hasto, negara-negara seperti Maroko, Sudan, Aljazair, Tunisia dan lainnya mendapatkan tempat yang terbaik dalam memperjuangkan kemerdekaannya. ”Jadi bayangkan, kita negara baru berdiri, sudah bisa memelopori negara-negara Asia Afrika yang mayoritas negara muslim untuk merdeka dan kita yang membiayai mereka untuk merdeka," tutur Hasto.

Hasto mengatakan, dengan Pancasila, Indonesia terbukti mampu menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia. Ini bukti Bung Karno dan Bung Hatta merupakan seorang pemimpin negarawan, menjadi pemimpin pembelajar dan pemimpin inspirasi serta teladan dari rakyatnya, setiap gerakan mereka menjadi obor penerang dari pergerakan Indonesia. "Semangat inilah yang harus digelorakan oleh para kepala sekolah," ucap Hasto.

Dalam kegiatan tersebut, Hasto didampingi Ketua Dewan Pembina Kampus Ermaya Suradinata dan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP Putra Nababan. Dalam kesempatan itu, Ermaya juga memberikan penghargaan berupa pin berbentuk bintang berwarna emas. Pemberian pin sebagai bentuk kehormatan revolusi mental kepada Hasto sebagai pakar Geopolitik.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved