Demokrat Ingatkan Tak Boleh Ada Penghakiman dalam Proses Hukum Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 - 17:54 WIB
loading...
Demokrat Ingatkan Tak...
Wasekjen DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menjelaskan, Konstitusi mengatur tentang equality before the law atau kesetaraan di hadapan hukum merupakan hak semua warga negara. FOTO/DOK.DPR
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat angkat bicara mengenai mangkirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena gangguan kesehatan. Demokrat mengingatkan tidak boleh ada penghakiman dalam proses hukum yang tengah berjalan.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menjelaskan, Konstitusi mengatur tentang equality before the law atau kesetaraan di hadapan hukum merupakan hak semua warga negara.

"Dalam due prcess of law ini juga tidak boleh ada penghakiman sebelum adanya pemeriksaan atau proses hukum yang berjalan," kata Didik kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2022).



Didik menegaskan, Demokrat menghormati proses hukum yang tengah tengah berlangsung di KPK. Namun ia mengingatkan aparat penegak hukum juga harus menghormati hak-hak terperiksa atau tersangka.

"Jadi kalau hukum sebetulnya, kalau kita mau bicara sangat terukur, jadi artinya jika pakem-pakem keterukuran itu dengan kewenangan yang dimiliki oleh penegak hukum, dengan menghormati hak-hak para terperiksa, saya pikir insyaAllah," ujarnya.

Apakah Demokrat sudah melakukan komunikasi dengan Lukas Enembe, Didik mengaku tidak tahu. Namun sebagai anggota Komisi III DPR, ia ingin meminta proses hukum berjalan sesuai dengan prinsip dan azas-azas hukum yang berlaku, termasuk bagaimana menegakkan hukum tanpa melanggar hukum.

Baca juga: KPK: Tak Ada Keterangan Sahih Dokter soal Alasan Sakit Lukas Enembe

"Menegakkan hukum harus mengormati hak asasi manusia, menegakan hukum juga menghormati setiap hak-hak yang dimiliki oleh terperiksa," katanya.

Ditanya apakah ada imbauan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kasus Lukas Enem, Didik menyatakan, partai taat azas dan taat hukum.

"Kita percayakan kepada aparat penegak hukum. InsyaAllah jika memang ini dilakukan secara independen, transparan dan terbuka, insyaAllah penegakan hukum berjalan dengan baik," ujarnya.

Didik tak tahu apakah kasus Lukas Enembe akan mendegradasi citra Demokrat di mata masyarakat. "Proses hukum itu bisa saja kemudian apa yang diterapkan penegak hukum, upaya pembelaan yang dilakukan oleh tersangka ini juga belum pada akhir cerita. Kita tunggu nanti pada saat sudah inkracht, maka di situ standing-nya akan terlihat," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Rekomendasi
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Berita Terkini
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved