Kasus Kematian Santri Gontor, Abdul Khaliq: Usut Tuntas, Eksistensi Pendidikan Ponpes Harus Dijaga

Selasa, 27 September 2022 - 00:34 WIB
loading...
Kasus Kematian Santri Gontor, Abdul Khaliq: Usut Tuntas, Eksistensi Pendidikan Ponpes Harus Dijaga
Ketua Umum DPP Silaturahmi Haji dan Umrah Indonesia (SAHI), Abdul Khaliq Ahmad.Foto/MPI/Nur Khabibi
A A A
JAKARTA - Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan meninggalnya AM (17) yang merupakan santri Ponpes Modern Gontor , Jawa Timur. AM meninggal diduga karena mendapatkan tindak kekerasan dari seniornya.

Ketua Umum DPP Silaturahmi Haji dan Umrah Indonesia (SAHI), Abdul Khaliq Ahmad mengatakan, kasus tersebut harus diusut dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dugaan tindakan kekerasan tersebut harus diusut secara tuntas guna memberikan pelajaran tindakan kekerasan dalam hal apapun tidak dapat dibenarkan.

"Usut tuntas secara hukum pelaku dan pihak yang terlibat," kata Khaliq kepada MNC Portal Indonesia, Senin (26/9/2022). Baca: Evaluasi Haji 2022, SAHI Sebut Beberapa Hal yang Perlu Diperbaiki

Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Persatuan Indonesia ini melanjutkan, dengan menuntaskan ke akar tentang tewasnya santri tersebut juga dapat menyelamatkan nama baik seluruh Ponpes yang ada di Indonesia.

Menurutnya, ponpes merupakan tempat terbaik untuk mempelajari ilmu agama di tengah maraknya penyelewengan pemahaman agama yang menyebabkan tindakan anarkis. "Eksistensi dan masa depan pendidikan ponpes harus dijaga," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa terulang, Khaliq melanjutkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama harus mengambil sikap tegas. Salah satunya dengan mengeluarkan pedoman dalam keamanan santri di ponpes.

"Perlu regulasi perlindungan dan pengawasan pendidikan ponpes untuk keamanan dan kenyamanan belajar santri," ujarnya.

Sebagai informasi, hari ini SAHI merayakan hari lahir ke-4. Bertempat di Sekretariat DPP SAHI Jalan H. Ramli Nomor 3B, RT 10/15, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, beberapa pengurus merayakan syukuran dengan memotong tumpeng.
(hab)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1191 seconds (10.177#12.26)