Kunjungi Nias, Ganjar Diberi Hadiah Tutuhao dan Buku
Senin, 26 September 2022 - 11:18 WIB
loading...
Ada cerita menarik saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Pulau Nias, Sumatera Utara, Senin (26/9/2022). Ia diberi hadiah alat musik Tutuhao dan sebuah buku/Foto Istimewa
A
A
A
PULAU NIAS - Ada cerita menarik saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Pulau Nias, Sumatera Utara, Senin (26/9/2022). Ia diberi hadiah alat musik Tutuhao dan sebuah buku yang mengulas tentang Pulau Nias.
Ganjar yang berolahraga pagi berkeliling ke tempat-tempat bersejarah, sambil menyapa warga setempat. Di antaranya Menara Mensu, rumah adat serta Museum Nias di Gunung Sitoli.
Di museum, orang nomor satu di Jawa Tengah itu melihat koleksi tentang masyarakat Nias. Bahkan, ia berkesempatan memainkan tutuhao, alat musik khas Nias yang terbuat dari bambu.
Sekira 20 menit memelajari sejarah Nias di museum, Ganjar diberi hadiah alat musik tutuhao dan buku yang diserahkan langsung oleh Direktur Museum Nias, Nata'alui Duha.
"Iya alat musik yang sangat menarik dan ternyata entah kenapa mereka membuat karya yang cukup bagus ini, Tutuhao. Jadi, alat musik pukul menghasilkan tiga suara ternyata. Ada suara gong, gendang, canang. ternyata ini dari bambu," ujar Ganjar.
![Kunjungi Nias, Ganjar Diberi Hadiah Tutuhao dan Buku]()
Bagi Ganjar, adanya tutuhao menjadi penanda bahwa nenek moyang, terutama di Pulau Nias memiliki sains of art yang tinggi di bidang musik. "Rupanya nenek moyang kita, khususnya yang di Nias itu punya sains of art yang sangat tinggi terutama dalam seni musik ya," paparnya.
Ganjar yang berolahraga pagi berkeliling ke tempat-tempat bersejarah, sambil menyapa warga setempat. Di antaranya Menara Mensu, rumah adat serta Museum Nias di Gunung Sitoli.
Di museum, orang nomor satu di Jawa Tengah itu melihat koleksi tentang masyarakat Nias. Bahkan, ia berkesempatan memainkan tutuhao, alat musik khas Nias yang terbuat dari bambu.
Sekira 20 menit memelajari sejarah Nias di museum, Ganjar diberi hadiah alat musik tutuhao dan buku yang diserahkan langsung oleh Direktur Museum Nias, Nata'alui Duha.
"Iya alat musik yang sangat menarik dan ternyata entah kenapa mereka membuat karya yang cukup bagus ini, Tutuhao. Jadi, alat musik pukul menghasilkan tiga suara ternyata. Ada suara gong, gendang, canang. ternyata ini dari bambu," ujar Ganjar.

Bagi Ganjar, adanya tutuhao menjadi penanda bahwa nenek moyang, terutama di Pulau Nias memiliki sains of art yang tinggi di bidang musik. "Rupanya nenek moyang kita, khususnya yang di Nias itu punya sains of art yang sangat tinggi terutama dalam seni musik ya," paparnya.