alexametrics

Polri Lakukan Evaluasi Pengamanan Pilpres 2014

loading...
Polri Lakukan Evaluasi Pengamanan Pilpres 2014
Kapolri Jenderal Pol Sutarman (Dok SINDOphoto)
A+ A-
JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengevaluasi pengamanan yang diterapkan selama tahapan Pilpres 2014 berlangsung.

Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan, seluruh tahapan dalam pemilu sampai dengan sidang putusan sengketa Pilpres 2014 berlangsung aman.

"PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) berjalan dengan baik dan kami terapkan beberapa langkah teknis maupun strategis sehingga kami dapat menyampaikan ke seluruh masyarakat, walaupun jalanan sedikit terganggu, ini kita sedang pesta demokrasi," ujar Sutarman kepada wartawan di Lapangan Ditlanstas Polda Metro Jaya dalam acara Apel konsolidasi Polri-TNI di Jakarta, Selasa (26/8/2014).



Apel konsolidasi ini dihadiri pejabat tinggi Polri lainnya seperti Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno, Kadiv Propam Polri Irjen Syarifudin, Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno, Kabareskrim Irjen Suhardi Alius serta petinggi TNI. Apel diikuti oleh 3.380 personil TNI dan Polri.

"Apel konsolidasi digelar secara serentak di seluruh Indonesia, ini merupakan tahapan penting dalam sistem manajerial untuk mengevaluasi pengamanan PHPU, sekaligus pemeriksaan pengamanan tahapan pilpres selanjutnya yaitu pelantikan anggota DPRD, DPD dan DPR dan sumpah janji presiden pada tanggal 20 Oktober nanti," paparnya.

Sutarman menuturkan, evaluasi dilakukan untuk penyesuaian dalam pelaksanaan pengamanan Pilpres 2014. Dengan demikian, TNI/Polri dapat mengetahui apa yang menjadi keberhasilan serta kendala-kendala yang dilalui selama pengamanan tersebut.

"Dalam setiap tahapan pemilu terdapat kerawanan yang harus dihadapi, dalam konteks ini TNI dan Polri harus tetap solid," tegasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak