Partai Pemerintah Dituding Bungkam SBY dan AHY, Waketum PAN: Itu Hil yang Mustahal

Minggu, 25 September 2022 - 17:12 WIB
loading...
Partai Pemerintah Dituding...
Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi meyakini tidak ada partai pemerintah yang alergi, bahkan melarang partai oposisi untuk melakukan kritik. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi meyakini tidak ada partai pemerintah yang alergi, bahkan melarang partai oposisi untuk melakukan kritik. Hal ini ditegaskan Viva Yoga menanggapi pernyataan Balitbang Partai Demokrat yang menyebut ada kader partai pemerintah melarang Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) dan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) berbicara.

"Saya meyakini tidak ada partai pemerintah alergi terhadap saran atau kritik yang datangnya dari partai politik di luar pemerintah, masyarakat, akademisi, pengamat politik, atau siapapun warga bangsa," kata Viva Yoga kepada MNC Portal, Minggu (25/9/2022).

Menurut Yoga, anggota partai pemerintah saat rapat-rapat Komisi DPR justru melakukan otokritik terhadap kinerja kementerian dan lembaga. Tujuannya agar pemerintah dapat berjalan dengan bersih, efektif, efisien, dan program yang dilaksanakan sesuai dengan aspirasi rakyat.

Baca juga: Sebut Ada Tanda-tanda Pemilu 2024 Tidak Jurdil, SBY Putuskan untuk Turun Gunung

"Partai koalisi pemerintah itu taat Konstitusi dan mengerti serta melaksanakan peraturan perundangan-undangan. Tidak mungkin sewenang-wenang, otoriter, menggunakan pendekatan kekuasaan, atau menyumpal suara demokrasi," ucapnya.

Yoga menjelaskan, hal tersebut sebagaimana yang diamanatkan Konstitusi bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dijamin di Pasal 28 UUD 1945.

"Jadi jika ada partai koalisi pemerintah yang diisukan atau dituduh melarang kader partai di luar pemerintah untuk berbicara atau mengkritik, maka kata Asmuni Srimulat, itu suatu hil yang mustahal, alias hal yang mustahil, he.. he.. he..," kelakarnya.

Karena itu, Yoga menyarankan kepada partai politik di luar pemerintah tidak perlu memperpanjang narasi sentimentil atau merasa seakan-akan dizalimi, disakiti, diintimidasi, ditekan, diancam, atau diteror. Sebab hal itu hanya segelintir drama skenario untuk meningkatkan elektoral partai politik atau figur.

"Saat ini masyarakat sudah semakin cerdas dan memiliki kesadaran politik dalam menilai proses politik. Setiap narasi atau drama-drama politik akan disaring dulu oleh masyarakat, tidak ditelan mentah-mentah," katanya.

Sebelumnya, Balitbang Partai Demokrat Syahrial Nasution mengatakan, ada kader partai pemerintah yang melarang SBY dan AHY untuk berbicara. "Kader partai pendukung pemerintah melarang Ketum @PDemokrat Mas @AgusYudhoyono dan Pak @SBYudhoyono banyak bicara di sebuah negara demokratis," tulisnya di akun Twitter-nya @syahrial_nst, Sabtu (24/9/2022).

Syahrial mengibaratkan pembungkaman tersebut seperti kejadian anggota Dewan yang mematikan mic saat sidang di Gedung DPR. Meski begitu, Syahrial tak menyebut siapa sosok kader partai pemerintah yang melarang para politisi Demokrat untuk berbicara.

"Bisa dibayangkan, jika orang yang terbiasa mematikan mic saat sidang di DPR menjadi presiden, akan berapa banyak suara rakyat yang dibungkam?" katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Sambil Melukis di Magelang,...
Sambil Melukis di Magelang, SBY Menyoroti Kejatuhan Pasar Modal dan Kurs Rupiah
Menko AHY Tinjau Progres...
Menko AHY Tinjau Progres Infrastruktur Pengendalian Banjir Sungai Ciliwung
Rekomendasi
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Siomay hingga Bakso...
Siomay hingga Bakso Ternyata Tinggi Garam, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved